Selebtek.suara.com - Minuman teh kocok tengah menjadi trend baru dan viral di media sosial setelah sebelumnya hadir minuman boba.
Namun, ada bahaya yang mengintai dari minuman teh kocok yang viral ini. Minuman ini diketahui dicampur dengan susu kental manis yang banyak dan ditambahkan susu bubuk.
Dalam sebuah video di media sosial instagram, seorang netizen memberikan tanggapan soal viralnya minuman teh kocok. Netizen tersebut menyebut bahayanya minuman yang tengah viral itu.
“Assalamualaikum diabetes melitus," tulis salah satu netizen menanggapi video tersebut.
Mengutip dari Healthline, konsumsi harian makanan dan minuman manis serta kadar gula harian yang berlebih dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, termasuk meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus.
Data dari IDF Diabetes Atlas pada tahun 2021 menunjukkan ada 19,4 juta warga Indonesia yang mengidap diabetes.
Jumlah tersebut diprediksi meningkat dengan 28,5 juta warga disebut akan mengidap diabetes di tahun 2045.
Selain diabetes, konsumsi gula berlebihan juga menimbulkan ancaman kesehatan dan sederet penyakit serius, di antaranya:
1. Menyebabkan masalah pada jantung
Sebuah penelitian dari JAMA Internal Medicine menguji tren konsumsi gula tambahan dan kaitannya dengan kematian akibat penyakit jantung. Hasilnya menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 17-21 persen kalori dari tambahan gula memiliki risiko 38 persen lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung.
Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama dari minuman yang dimaniskan dengan gula, telah dikaitkan dengan aterosklerosis, penyakit yang ditandai dengan lemak, endapan penyumbatan arteri yang berdampak pada jantung.
2. Depresi
Jika pola makan sehat dapat membantu memperbaiki suasana hati, asupan tinggi gula tambahan dan makanan olahan dapat berkontribusi pada perubahan suasana hati dan emosi.
Konsumsi gula yang tinggi telah dikaitkan dengan gangguan kognitif, masalah ingatan, dan gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi.
Sebuah studi yang mengikuti 8.000 orang menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 67 gram per hari lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan pria yang makan kurang dari 40 gram per hari.
Studi lain pada lebih dari 69.000 wanita menunjukkan bahwa mereka dengan asupan gula tambahan tertinggi memiliki risiko depresi yang jauh lebih besar, dibandingkan dengan mereka yang asupannya paling rendah.
3.Kanker
Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu. Pertama, pola makan yang kaya akan makanan dan minuman manis dapat menyebabkan obesitas, yang secara signifikan meningkatkan risiko kanker.
Juga, makanan tinggi gula meningkatkan peradangan di tubuh dan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang keduanya meningkatkan risiko kanker.
Tinjauan sistematis yang menganalisis 37 studi kohort prospektif menemukan bahwa dalam dua dari lima studi tentang gula tambahan, peningkatan risiko kanker 60 persen sampai 95 persen diamati dengan asupan gula yang lebih tinggi.