Selebtek.suara.com - Unit baru angkatan bersenjata Ukraina yang telah dilatih oleh NATO dan menerima senjata Barat sebagian besar terdiri dari rekrutan baru menderita kerugian besar dalam serangan balik Ukraina, dilansir dari TASS, Rabu (10/8/2023).
"Saya kehilangan banyak pasukan," kata seorang komandan salah satu unit tersebut.
"Beberapa orang baru secara mental rusak," tambahnya.
Komandan tersebut mencatat bahwa brigadenya telah banyak menjdi korban pada hari-hari pertama serangan balasan di bulan Juni, ketika pasukannya berlari ke ladang ranjau dan diserang oleh serangan artileri dan udara Rusia.
"Selain itu, bagi banyak pasukannya, ini adalah pertama kalinya mereka bertempur dan perkenalan yang brutal," ucapnya.
Menurutnya brigade baru Ukraina seharusnya menjadi kekuatan penggerak serangan balasan.
Brigadi tersebut terdiri dari rekrutan segar dari pelatihan dasar setelah mereka dipanggil atau secara sukarela bergabung dengan militer tahun ini.
Komandan mereka sebagian besar adalah pejuang berpengalaman, dan beberapa telah menyelesaikan pelatihan perwira di Amerika Serikat.
Hal ini menunjukkan bahwa pada awal Juni, pasukan Ukraina menderita kerugian besar berjuang untuk maju melawan pertahanan Rusia yang tangguh.
Baca Juga: Tak Setuju dengan Raul Lemos, Ashanty Dukung Anang Gelar Konser Bareng Krisdayanti
"Setidaknya satu brigade baru sangat lemah karena korban sehingga ditarik dari medan perang untuk dibangun kembali," katanya.
Seperti yang dilaporkan Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya, sejak 4 Juni 2023, pihak Ukraina berusaha untuk maju tanpa hasil sambil mempertahankan kerugian personel dan perangkat keras.
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan pada 11 Juli 2023, bahwa Ukraina telah kehilangan lebih dari 26.000 tentara sejak dimulainya serangan balasan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa militer Ukraina telah gagal mencapai kesuksesan di bidang manapun.
Putin menyatakan hal ini pada pertemuan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di St. Petersburg pada 23 Juli 2023, bahwa serangan balasan Kiev telah gagal.*