Selebtek.suara.com - Ustadz Adi Hidayat, dalam salah satu dakwahnya, menjawab pertanyaan seorang jemaah mengenai hukum berwudhu di tempat yang terhubung dengan toilet.
Dalam penjelasan Ustadz Adi Hidayat melalui saluran YouTube resminya, dia menyatakan bahwa idealnya, tempat berwudhu seharusnya terpisah dari toilet.
Hal ini disebabkan oleh pengucapan kalimat thoyyibah yang menyertai proses berwudhu, baik sebelum maupun sesudahnya.
"Idealnya memang tempat wudhu itu berpisah dengan toilet," ungkap Ustaz Adi Hidayat dikutip Selebtek.suara.com, Rabu (6/9/2023).
"Mengapa? Karena didalam tempat wudhu itu kita juga menyertakan berbagai macam kalimat-kalimat Thoyyibah yang mengiringi proses wudhu baik sebelum maupun setelah wudhu itu dilangsungkan," jelasnya.
Ia menekankan bahwa saat berwudhu, seseorang mengucapkan kalimat-kalimat seperti "Bismillahirrahmanirrahim" sebagai ungkapan niat untuk mendapatkan ridho Allah SWT.
Namun, tempat toilet memiliki sifat khusus untuk buang air, yang tidak sesuai dengan pengucapan kalimat-kalimat thoyyibah ini.
Oleh karena itu, berwudhu di tempat yang terhubung dengan toilet, meskipun tidak dilarang, tidak disukai dalam Islam.
Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa jika dalam situasi mendesak atau terbatas ruangan di rumah, berwudhu di toilet tetap diperbolehkan.
Baca Juga: Organ Intim Jadi Lebih Bahagia, Ini 7 Alasan Kamu Perlu Tidur Telanjang
Namun, dalam hal ini, kalimat-kalimat thoyyibah sebaiknya diucapkan dalam hati dan tidak dengan lisan.
Setelahnya, wudhu dapat disempurnakan dengan berdoa saat keluar dari toilet sebagai penutup.
"Jadi kita berdoa harus keluar dulu setelah selesai wudhu dengan baru kemudian kita bisa berdoa ataupun Bismillah hanya kita bisa ungkapkan dalam hati, ngga bisa kita lafalkan," pungkasnya.(*)