Selebtek.suara.com - Gangguan jin dan setan memiliki berbagai bentuk, termasuk kesurupan dan bisikan-bisikan yang dapat menyebabkan penyakit.
Menurut Ustadz Muhammad Faizar (UMF), jin dan setan memiliki tugas untuk menyesatkan manusia.
“Gangguan setan itu tidak selamanya berupa kerasukan atau kesurupan, karena gangguan setan itu ada kalanya berupa bisikan-bisikan,” ungkap Ustadz Muhammad Faizar, seperti yang dikutip Selebtek.suara.com dari kanal YouTube Teras Dakwah, Sabtu (5/8/2023).
Jin Qorin dikatakan bertugas untuk membisikkan sesuatu kepada manusia.
Dalam riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa setiap orang memiliki seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.
Jin Qorin bertugas menimbulkan was-was di dalam jiwa seseorang.
Menurut Ustadz Muhammad Faizar, meskipun ada prinsip kedokteran yang menyatakan bahwa bisikan-bisikan bisa disebabkan oleh kelebihan cairan di otak, kuncinya tetap ada pada qolbu (hati).
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa hati adalah segumpal daging di dalam tubuh, dan ketika hati baik, seluruh anggota tubuh juga baik.
Gangguan jin atau setan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kesurupan dan gangguan umum berupa bisikan.
Baca Juga: Perjalanan Karier Gita Wirjawan: Seorang pengusaha, Investor dan Mantan Menteri Era SBY
“Gangguan secara umum itu sifatnya bisikan tapi dia tidak merasuki,” tambahnya.
Gangguan jin umumnya tidak merasuki seseorang, tetapi menyebabkan was-was.
Reaksi yang tidak mencolok biasanya terjadi saat seseorang diruqyah (terapi pengusiran setan).
Gangguan setan dan jin pada umumnya juga dapat menyebabkan penyakit seperti kanker, stroke, penyumbatan pembuluh darah di otak, radang lambung dengan rasa panas, radang usus, dan kejang jantung.
Setan dapat memicu gangguan kesehatan tersebut melalui kerusakan mental dengan cara menanamkan was-was.
Muhammad Faizar menekankan pentingnya mengembalikan fitrah manusia kepada tauhid (kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa) sebagai kunci penyembuhan dari gangguan jin atau setan.