Selebtek.suara.com – Mandra sempat merasa ketar ketir saat diminta untuk hibur keluarga Cendana, Pasalnya ia termasuk komedian.
Kala itu Mandra diminta untuk menghibur Tien Soeharto di rumah keluarga Cendana,
Sungguh tak terbayangkan sebelumnya, Mandra bisa mendapatkan kesempatan langka untuk menghibur Tien Soeharto.
Mandra menceritakan saat itu melawak di depan Tien Soeharto bersama Benyamin Sueb, Rano Karno, dan Suti Karno di acara yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Pada saat gue itu sama Babe Benyamin diundang oleh Ibu Tien, bersejarah juga ini. Presidennya saat itu Pak Harto, acaranya ini kumpulan ibu pejabat, malah diminta tampil di Taman Mini Indonesia Indah di gedung Sasono Langen Budoyo, kan dulu emang enggak semua orang bisa masuk situ dulu juga,” ucap Mandra, dilansir dari YouTube Baba Mandra pada Selasa (26/09/2023).
Diminta untuk menghibur keluarga cendana, Mandra malah menjadi ketar-ketir, bagaimana tidak sebab ia harus sampai didatangi tentara karena banyaknya protokoler dan pantangan yang harus dipahami.
Setiap tentara yang menemui Mandra saat itu memberitahu mengenai larangan, aturan, yang mana harus dipatuhi oleh Mandra.
"Dari misal setelah dapet undangan tampil itu, gue jadi tahu, ‘pantes semua pelawak gitu kalau mau main di depan Ibu Tien, depan Pak Harto enggak ada yang lucu, coba perhatiin dah ya, lah gimana enggak mau tegang begitu, dua bulan sebelum acara kita sudah di-booking istilahnya gitu,” ungkap Mandra
“ Jadi dari mulai di-booking sampai dua bulan ke depan begitu sampai jelang acara itu kita memang enggak pernah lepas, setiap dua hari didatengin tentara dikasih tahu, diarahin kalau ‘nanti ngomongnya begini, nanti caranya begini,’ lah itu pelawak cepirit bisa aja, gimana mau melawak hayo,” jelasnya.
Semakin mendekati hari penggelaran acara, Mandra semakin sering bertemu tentara bahkan sampai sebelum naik ke atas panggung untuk menghibur Tien Soeharto.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Uzbekistan, Lawan Tangguh Timnas Indonesia U-24 di Babak 16 Besar Asian Games 2022
“Dari pertama gitu udah dikasih tahu ‘enggak boleh ngomong begini, enggak boleh ngomong begitu’, makin lama dan makin dekat acara makin rajin yang datengin, ntar dari sini dan dari sini, protokolernya segala macem,” curhat Mandra.
"Sampai pas kita datang di lokasi, ada sound tapi enggak boleh banget gede suaranya, kecil aja, biar enggak bikin ibu Tien itu kaget, pas sudah mau mulai masih aja dipaparin terus gitu, kalau Rano Karno kali ya dia disuruh ngomong serius pantes, gue dan Benyamin di situ bingung, enggak melawak tapi emang tugas kita dan mau melawak tapi juga bingung,” sambungnya.
Sudah merasa prihatin, Benyamin Sueb akhirnya hanya bisa memberikan semangat untuk Mandra.
“Itu sih pas mau tampil, Babe Benyamin ngomong, ‘kita lawan aja yok gitu protokolernya, ya gue mah ayok, tapi beneran, asal bareng ya, daripada gue malah diborgol dia kagak,” kata Mandra.
"Akhirnya ujung-ujungnya gitu, mulai dah ngomong, nah itu di tiap ujung itu paspampres itu mereka kumisnya tebel-tebel, melotot semua, lah gue berdua sama Babe Benyamin udah mulai takut, itu baru ngerasain ngelawak sama Babe Benyamin justru ngelawak nunduk,” tuturnya.
Saking ketakutannya, Benyamin Sueb dan Mandra justru menyanyikan lagu khas Jakarta yakni “Ondel-ondel” dan ibu Tien Soeharto malah tampak antusias dan ikut bernyanyi.