Selebtek.suara.com - Nama Pandawara Group kembali viral setelah niatnya ingin membersihkan Pantai Loji, Sukabumi dilarang oleh Kades Sangrawayang, Muhtar. Menurut kades, aksi Pandawara Group seakan tidak melibatkan pemerintah setempat.
"Kalau dari saya, kalau transparan terbuka dari pemerintah itu silahkan. Kalau seperti yang kemarin dimusyawarahkan di desa itu, saya enggak mengizinkan saya mah," ujar Muhtar seperti dilansir Suara.com, Senin (2/10/2023).
Pelarangan itu pun membuat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudjiastuti geram. Melalui akun X pribadinya, ia mengaku bingung seorang perangkat pemerintah bisa menghalangi niat baik seseorang yang ingin membersikan pantai dari sampah.
"Kok ada kegilaan atau kebodohan seperti ini???? Pemdes lagi," ujar Susi melalui akun X pribadinya @susipudjiastuti pada Minggu (1/10/2023), sambil menyematkan emoticon marah.
Sebenarnya siapa sih Pandawara Grup? berikut profilnya.
Pandawara Group sendiri diinisiasi oleh lima orang pemuda bernama Rafly Pasya (22), Agung Permana (22), Rifki Sa'dulah (22), Muchamad Ikhsan (21), dan Gilang Rahma (22).
Setiap aksi mereka saat membersikan lokasi yang penuh sampah selalu viral di media sosial. Bahkan Pandawara Group ini sempat menjadi sorotan oleh salah satu Youtuber Internasional MrBeast.
Dalam wawancara bersama Denny Sumargo, Gilang mengatakan mereka pada awalnya adalah korban dari masalah sampah. Tempat tinggal mereka di Bandung Selatan selalu mendapat bencana banjir.
Hingga akhirnya mereka meniatkan diri untuk membersihkan sampah di lingkungan perumahan mereka. Sayangnya, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Perumahan mereka tetap dilanda banjir.
Baca Juga: MK Dikritik Aliansi Mahasiswa, Disebut Tak Profesional Karena Lamban Tangani Perkara Uji Materi
"Sebanyak apapun sampah yang kita bersihkan mungkin dalam waktu dekat enggak akan pernah beres kalau kesadaran dari masyarakat tetap kurang," kata Gilang.
Meski mengaku gagal, mereka tidak menyerah. Hingga akhirnya aksi Pandawara Group memutuskan untuk membersihkan sampah di luar wilayah mereka.
Dalam setiap aksinya, Pandawara Group ada banyak pengalaman yang kurang menyenangkan. Salah satunya sempat diminta pungli oleh petugas tempat pembuangan sampah (TPS) ketika ia ingin membuang sampah usai membersihkan sungai.
Soal dana, mereka mengaku patungan. Biayanya dipakai untuk membeli trash bag, minum hingga sewa pickup untuk mengangkut sampah. (*)