SUARA SEMARANG - Jhon LBF angkat bicara soal video viral ngemis online via live streaming TikTok yang memperlihatkan ibu-ibu mandi lumpur.
Jhon LBF merasa iba dengan konten yang dianggapnya menyiksa orang tua tersebut dan menawarkan pekerjaan untuknya.
Di luar dugaan, pemilik akun malah meminta Jhon LBF mentransfer dirinya Rp 200 juta agar konten live streaming mandi lumpur menyiksa orang tua itu dihentikan.
Sebelumnya, viral video dari akun TikTok @intan_komalasari92, yang menunjukkan sosok orang tua yang diduga kakek pemilik akun berada di kolam yang berisi air kotor.
Selanjutnya, nenek tersebut akan menyiramkan tubuhnya dengan air lumpur tersebut.
Aksi tersebut banyak dikenal dengan fenomena ngemis online karena dilakukan demi mendapatkan uang dari para penonton live streaming.
“Saya minta Anda hentikan siska orang tua! Sebagai gantinya Anda bisa kerja di perusahaan saya,” tulis Jhon dalam keterangan di video TikTok @jhon.lbf_official.
Jhon LBH kemudian menunggu agar @intan_komalasari92 memberikan konfirmasinya terkait tawaran yang dia berikan tersebut.
Beberapa waktu kemudian pemilik akun @intan_komalasari92 membuat video baru sebagai balasan tawaran Jhon LBF.
Baca Juga: Menpora Bidik Kursi Waketum PSSI, Nasib Cabang Olahraga Lain Bagaimana?
“Assalamu’alaikum Mas Jhon. Kalau Mas Jhon tidak mau melihat kami live streaming seperti ini transfer kami Rp200 juta Mas Jhon,” kata akun @intan_komalasari92 dalam video yang diunggah, Senin (16/1/2023).
Uang itu disebut akan digunakan sebagai modal usaha bagi keluarganya. Dia berjanji tidak akan melakukan aksi itu kembali.
“Transfer kami Rp200 juta untuk modal usaha di keluarga kami supaya kami tidak melakukan live streaming seperti ini di TikTok. Kami janji tidak akan melakukan live streaming seperti ini jika sudah ditransfer Mas Jhon,” lanjutnya.
Video tersebut mendapatkan respons miring dari netizen yang menyebut bahwa pemilik akun tetap memiliki mental pengemis meskipun sudah ditawari pekerjaan.
"The real di kasih hati minta jantung anjir," tulis salah satu netizen kesal.
"Buat modal bikin kolam yang lebih gede lagi biar muat satu kampung," sindir lainnya.