SUARA SEMARANG - Malam Nisfu Syaban diperingati dengan berbagai amalan, salah satu yang mafhum adalah membaca Qul Huwallahu Ahad sebanyak 1.000 kali.
Untuk itu, untuk melakukan amalan membaca surat Qul Huwallahu Ahad di malam Nisfu Syaban harus diketahui terlebih dahulu dasar hadits yang dikabarkan oleh Rosulullah SAW.
Berikut kami sarikan beberapa hadits yang menjelaskan mengenai malam Nisfu Syaban dan bagaimana kedudukannya.
Kejelasan mengenai malam Nisfu Syaban dijelaskan dalam beberapa hadits, namun yang harus dicatat adalha ada beberapa hadits yang kedudukannya lemah atau bahkan palsu.
Penjelasan
Dalam beberapa hadits tersebut disebutkan amalan yang dilakukan adalah membaca Qul huwallahu ahad" 1.000 kali.
Barangsiapa yang membacanya maka akan masuk syurga dan berikut hadits salah satunya yang dikutip dari hasil kaji Tim Ilmu Majlis tafsir Al Quran (MTA) pada Ahad, 5 Maret 2023.
Dari Muhammad bin Marwan, dari Ibnu 'Umar, (ia mengatakannya dari Nabi SAW), "Barangsiapa pada malam nishfu Sya'ban membaca "Qul huwalloohu ahad" 1.000 X, dalam shalat 100 rekaat, maka ia tidak keluar dari dunia sehingga Allah mengutus dalam tidurnya 100 malaikat, 30 malaikat memberikan khabar gembira kepadanya bahwa ia akan masuk surga, 30 malaikat memberikan khabar kepadanya bahwa dia aman dari
neraka, yang 30 malaikat menjaganya dari berbuat dosa kesalahan, dan yang 10 malaikat menjaganya dari orang yang memusuhinya. [Al-La-aaliul Mashnuu'ah oleh Imam Jalaaluddin 'Abdur Rahman As-Suyuthiy juz 2, hal. 50]
Keterangan :
Hadits ini maudlu' (palsu), kebanyakan para perawinya orang-orang majhul
(tidak dikenal).
Baca Juga: CEK HADITS : Doa Amalan Malam Nisfu Syaban, Hati-Hati Palsu dan Tak Bersanad
Dari Mujahid, dari 'Ali bin Abu Thalib, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, "Hai 'Ali, barangsiapa shalat 100 reka'at pada malam nishfu Sya'ban, pada setiap reka'at membaca Al-Fatihah dan Qul huwalloohu ahad 10 X", Nabi SAW bersabda, "Hai 'Ali, tidaklah seorang hamba yang melaksanakan shalat-shalat ini, melainkan Allah 'Azza wa Jalla akan mengabulkan segala keperluannya yang ia minta pada malam itu". Lalu ada
shahabat yang bertanya, "Ya Rasulullah, jika Allah Ta'aalaa telah menetapkannya orang itu celaka, apakah Allah akan menjadikannya bahagia ?".
Nabi SAW menjawab, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan haq, hai 'Ali, meskipun orang itu telah tertulis di Lauh Mahfudh bahwasanya si Fulan bin Fulan diciptakan sebagai orang yang celaka, maka Allah akan menghapusnya, lalu menjadikannya orang yang bahagia, dan Allah akan mengirim kepadanya 70.000 malaikat yang akan mencatat kebaikankebaikan untuknya, menghapus keburukan-keburukan darinya dan mengangkat derajat-derajatnya hingga awwal tahun. Dan Allah akan mengutus 70.000 malaikat atau 700.000 malaikat di surga 'Adn untuk membuatkan kota-kota, istana-istana dan menanam pohon-pohon untuknya, yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan belum pernah terlintas di hati para makhluq keindahannya seperti tamantaman surga ini. Pada setiap surga seperti yang aku terangkan pada kalian, ada kota-kota, istana-istana dan pohon-pohon.
Dan apabila ia meninggal dunia pada malamnya sebelum lewat setahun, maka ia mati syahid. Dan Allah Ta'aalaa akan memberi kepadanya pada setiap huruf dari Qul huwalloohu ahad yang dibaca pada malam nishfu Sya'ban dari yang demikian itu dengan 70.000 bidadari, setiap bidadari diikuti oleh pelayan lakilaki dan perempuan, 70.000 pelayan-pelayan muda, 70.000 anak-anak muda, 70.000 penjaga rumah, dan 70.000 penjaga pintu. Dan setiap orang yang membaca Qul huwalloohu ahad pada malam (nishfu Sya'ban) itu, Allah mencatat untuknya pahala 70 orang yang mati syahid, dan akan
diterima shalatnya yang ia lakukan sebelum itu dan akan diterima pula shalatnya yang akan ia lakukan sesudahnya. Dan jika kedua orang tuanya itu berada di neraka, kalau ia mendo'akannya, maka Allah akan mengeluarkan kedua orang tuanya itu dari neraka, selama kedua orang tuanya itu tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, sehingga keduanya akan masuk surga. Setiap orang dari keduanya itu akan memberi syafa'at 70.000 orang hingga akhir".
Rasulullah SAW mengatakan demikian tiga kali. Nabi SAW bersabda, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan haq, sesungguhnya orang itu tidak akan keluar dari dunia sehingga melihat tempatnya yang telah Allah ciptakan untuknya di surga, atau akan diperlihatkan kepadanya. Demi Tuhan yang mengutusku dengan haq, sesungguhnya pada setiap saat dari saat malam maupun siang, yaitu 24 saat, Allah 'Azza wa Jalla mengutus 70.000 malaikat yang akan mengucapkan salam kepadanya, berjabat tangan dan mendo'akannya hingga ditiupnya terompet pada hari qiyamat. Dan pada hari qiyamat Allah akan mengumpulkannya bersama dengan Al-Kiroomul Baroroh (orangorang yang mulia lagi berbhakti), dan Allah akan memerintahkan kepada para malaikat pencatat, "Jangan kalian catat keburukan-keburukan pada hamba-Ku ini, dan catatlah kebaikan-kebaikan untuknya hingga setahun". Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat (nishfu Sya'ban) ini dengan mengharapkan kehidupan akhirat, maka Allah akan menjadikan (memberikan) untuknya bagian dari sisi-Nya pada malam itu". [Al-La-aaliul Mashnuu'ah juz 2, hal. 49]
Keterangan :
Hadits ini maudlu' (palsu), kebanyakan para perawinya orang-orang majhul
(tidak dikenal).
Dengan demikian, menurut penjelasan kedudukan hadits malam Nisfu Syaban dan amalan diatas maka hadits palsu karena para perawinya tidak dikenal.***