SUARA SEMARANG - Ketua Umum PSSI Erick Thohir angkat bicara soal main mata atau kerawanan pengaturan skor di laga terakhir Persija dan Persib.
Saat ini, Persija dan Persib masih berebut posisi runner up BRI Liga 1 untuk memperebutkan tiket play-off Piala AFC 2023-2024.
Di laga terakhir, Persija akan menghadapi PSS Sleman sementara Persib akan menghadapi Persikabo.
Dari tabel klasemen, Persija berada di posisi dua dengan mengoleksi 63 poin dari 33 laga.
Sementara Persib berada satu strip di bawah Persija dengan hanya terpaut 1 poin saja.
Erick Thohir berharap kedua pertandingan tersebut berjalan adil.
Dia mengatakan, andai ada tim yang terbukti melakukan pengaturan skor atau main mata, PSSI disebutnya tak akan segan menjatuhi sanksi keras.
"Saya rasa saya bersama pak Zainudin (Amali, Waketum PSSI) dan Exco (Komite Eksekutif) punya komitmen sepak bola yang bersih dan tentu berprestasi. Jadi kalau ternyata liga besok (hari ini) ada main mata hukumannya sangat berat," kata Erick Thohir kepada awak media, Jumat (14/3/2023) dikutip dari suara.com.
Erick Thohir merinci sanksi yang akan diberikan kepada pemain, klub hingga wasit dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: CEK FAKTA: Pelawak Adul Meninggal Usai Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Benarkah?
"Wasitnya dihukum seumur hidup, pemainnya dihukum seumur hidup, ya klubnya degradasi saja sekalian. Serius ini. Kita sudah punya komitmen itu. Jadi tidak ada istilah main-main sekarang. Karena kita ingin menciptakan sepak bola yang bersih dan berprestasi," tambahnya.
Untuk mengetahui kecurangan atau main mata yang terjadi, Erick Thohir mengatakan hal itu mudah terdeteksi.
"Tadi saya saja baru ketemu dengan para pakar statistik di kantor. Kita akan deteksi kalau ada permainan seperti itu. Kita harap ke depannya harus tidak ada (praktik pengaturan skor)," pungkas Erick Thohir.