SUARA SEMARANG - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong dinilai memiliki kuasa penuh atas pemain-pemain yang dipilihnya.
Bahkan, Shin Tae Yong telah memotong 2 generasi Timnas Indonesia alias tak dimasukkan dalam skuad Garuda.
Keberanian Shin Tae Yong dinilai sebagai salah satu hal yang patut diapresiasi, meski banyak juga yang menyayangkan soal prestasi.
Prestasi dan rapor merah Shin Tae Yong jadi catatan seiring hampir berakhirnya kontrak pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Diantara rapor merah karena nirgelar, Shin Tae Yong dinilai memiliki catatan bagus dalam pembangunan sepakbola Indonesia.
Salah satu yang menjadi pembahasan adalah keberanian Shin Tae Yong saat memotong 2 generasi dan menggantinya dengan pemain-pemain muda yang lebih fresh.
Hal itu diperlihatkan Shin Tae Yong saat menurunkan skuad di Piala AFF 2020 lalu dan menuai hasil sebagai runner up.
Di bawah Shin Tae Yong muncul nama-nama baru seperti Marselino Ferdinan, Ronaldo Kwateh, dan kiper Adi Satryo.
Shin Tae Yong juga menyisihkan nama-nama yang sebelumnya jadi langganan Timnas, seperti Victor Igbonefo, Ezra Walian hingga Kadek Agung.
Baca Juga: Hidup Mati Laju Asnawi Mangkualam Lawan Raksasa Eks Juara Liga Champions Asia Ulsan Hyundai
Pelatih Shin Tae Yong juga menerapkan pola permainan tim sehingga gaya permainan Timnas Indonesia sulit ditebak oleh lawan.
Keberanian Shin Tae Yong memberikan kesempatan pada para pemain muda potensial tanah air juga dinilai menjadi landasan permainan Timnas dalam beberapa tahun kedepan.
Sayang, pemain-pemain muda yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U20 tersebut gagal mentas.
Terlepas dari itu semua, Shin Tae Yong tengah dalam sorotan karena nirgelar selama memimpin Timnas Indonesia.
Maka pro dan kontra perpanjangan kontrak Shin Tae Yong pun terjadi dan PSSI diminta untuk mempertimbangkan lagi.***