Menurut mereka, netizen yang terlalu sensitif terhadap candaan seperti ini seharusnya bisa lebih santai dan tidak menghakimi.
“Bukannya Komeng juga sering ya yang gua ingat jokes ke Adul yang tutup odol itu, apa karena Komeng sirkel Adul jadi gapapa?” cuit akun @aaalutu***.
Kasus seperti ini sebenarnya memberikan kita pelajaran penting tentang penggunaan media sosial.
Meskipun media sosial menyediakan platform untuk berbagi konten secara luas, kita harus tetap memperhatikan etika dan menghormati privasi orang lain.
Apa yang mungkin dianggap sebagai lelucon oleh sebagian orang, bisa jadi merupakan hal yang menyakitkan bagi orang lain.
Dalam hal ini, penting bagi kita untuk berpikir sejenak sebelum membagikan konten di media sosial.
Pertimbangkan apakah konten tersebut bisa menyakiti atau melecehkan orang lain sebelum mengunggahnya.
Sebagai pengguna media sosial, kita memiliki tanggung jawab untuk membangun lingkungan online yang positif dan inklusif.
Baca Juga: Sering Ditemui, Berikut 3 Olahraga yang Sering Dilakukan saat Malam Hari