Seminar Nasional KNPI Jateng: Peran Akademik Penting Bagi Arah Kebijakan Politik

Semarang

Minggu, 11 Juni 2023 | 00:48 WIB
Seminar Nasional KNPI Jateng: Peran Akademik Penting Bagi Arah Kebijakan Politik
Seminar Nasional KNPI Jateng.

SUARA SEMARANG - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng menggelar Seminar Nasional yang mempertemukan para pemangku kebijakan akademik dengan politik.

Di gelar di Gedung Prof Soedarto Kampus Tembalang Universitas Diponegoro Semarang, Sabtu 10 Juni 2023, peran akademik didorong untuk lebih aktual dalam hal penelitian.

Hal ini mengingat bahwa globalisasi telah menggeser peran akademik dari penelitian pendidikan berubah ke arah penelitian industrial.

Terutama di daerah masih kurangnya pemerintah daerah Propinsi, Kabupaten, Kota, DPRD dalam melakukan RPJP (Rancangan Pembangunan Jangka Panjang) dan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) bekerjasama dengan akademik.

"Penelitian untuk kebutuhan industri, akademik belum maksimal untuk membantu dalam rancangan RPJP dan RPJM," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Maka, Agustina mendorong perlu kolaborsi dari sektor dunia akademik dengan pemangku politik dalam hal ini legislatif dan pemerintah.

Saat ini memang kerjasama dunia akademik dengan pemerintah sudah berjalan, namun kurang maksimal.

Sehingga hasilnya belum dirasakan manfaat oleh masyarakat luas secara nyata. Padahal, kata dia, secara anggaran sudah cukup banyak dikucurkan untuk penelitian akademik.

"Anggaran cukup besar tapi belum maskimal, pemerintah daerah masih berkutat seperti pembuatan gapura, penyediaan seragam PKK dan lannya, tidak substantif," katanya.

baca juga

Ia kemudian memberikan contoh sektor industri di Kabupaten Boyolali yang bisa dijadikan rancangan penelitian yang hasilnya bisa dikolaborasikan kebijakan.

Di Kabupaten Boyolali terdapat sentra peternakan sapi dengan produktifitas tinggi. Salah satunya pada produk kulit sapi dan susu sapi.

"Saya contohkan di Boyolali ini punya sapi yang bagus -bagus, produktifitas daging tinggi, susunya tinggi, dan tentu sapi dipotong kulitnya bisa dipakai. Tetapi pemanfaatan kulit di Indonesia ini import, kenapa begini? Karena tidak ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa kulit sapi Boyolali itu untuk produksi sepatu atau tas, dan menjadi lebih baik," katanya.

Ia menyayangkan, pemerintah propinsi hingga kabupaten mengucurkan dana yang cukup besar selama beberapa kurun waktu, untuk membuat penelitian. 

Bagaimana kulit sapi Boyolali ini bisa menjadi produksi Tas dan Sepatu, saya yakin kulit sapi ini gak kalah dengan kualitas impor.

"Ada penelitian tapi berhentikan, hanya ada penelitian mengapa dan bagaimana itu tok, kalau penelitian ini terus membawa ke industri belum ada. Kalau dulu sebelum mas Nadiem jadi menteri penelitian hanya untuk kepentingan akademik dan tidak boleh untuk kepentingan industri, tapi sekarangkan sudah dibuka," jelasnya.

Kata Agustina Wilujeng, Ini kesempatan kolaborasi akademik dan politik yang mampu maju pesat jalan, nomer satu tentu Gubernur, Bupati, Walikota dan DPR harus membuat kebijakan penelitian tentang alam sekitar, potensi modal yang ada diwilayahnya untuk diteliti menjadi sesuatu yang menghasilkan. Potensi ekonomi itu justru agak terlupakan sekarang.

"Jawa Tengah ini banyak sekali embrio seperti itu, tapi selama ini hanya jadi embrio saja selama dua puluh tahun. Nah sekarang ini sudah waktunya, karena sudah dibuka keran bahwa penelitian itu sudah dapat digunakan masyarakat langsung dan industri, ini sudah dibuka periode ini," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Jateng Casytha Arriwi Khatmandu, berharap ekosistem akademik seperti kampus bisa menjadi pintu pendidikan karakter dan politik anak muda.

Para mahasiswa agar lebih melek politik tidak lagi alergi tentang dunia politik.

"Politik ini tidak selamanya jelek, melalui pendidikan politik melahirkan kebijakan yang selama ini dijalankan," katanya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

13 SMA Terbaik di Kota Tangerang Selatan, Ada Sekolah Terbaik Nasional

13 SMA Terbaik di Kota Tangerang Selatan, Ada Sekolah Terbaik Nasional

Banten | Sabtu, 10 Juni 2023 | 20:38 WIB

Teka-teki Partai yang Bakal Susul Gabung Dukung Ganjar: Warna Hijau dan Emas, Siapa?

Teka-teki Partai yang Bakal Susul Gabung Dukung Ganjar: Warna Hijau dan Emas, Siapa?

Kotak Suara | Sabtu, 10 Juni 2023 | 13:49 WIB

Eksplorasi Sinematik Musikal dalam Lanskap Geografi Politik Modern

Eksplorasi Sinematik Musikal dalam Lanskap Geografi Politik Modern

Your Say | Sabtu, 10 Juni 2023 | 15:00 WIB

Terkini

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

×