Viral Nasi Goreng Mbak Ita, Ternyata Punya Gizi Tinggi, Ini Takaran Bahan-bahan Cara Memasak

Semarang

Kamis, 03 Agustus 2023 | 23:35 WIB
Viral Nasi Goreng Mbak Ita, Ternyata Punya Gizi Tinggi, Ini Takaran Bahan-bahan Cara Memasak
Viral Nasi Goreng Mbak Ita, Ternyata Punya Gizi Tinggi, Ini Takaran Bahan-bahan Cara Memasak. (Dok)

SUARA SEMARANG - Lagi viral di media sosial tentang nasi goreng Mbak Ita yang membuat heboh warga Kota Semarang.

Apa itu nasi goreng Mbak Ita yang banyak dipertanyakan viral oleh netizen dan mengapa setiap RT harus ikut membuat masakan sejuta umat yang mudah dimasak itu.

Tak banyak yang tahu jika sebetulnya viral nasi goreng Mbak Ita ada banyak manfaat yang terkandung, terutama punya gizi yang tinggi.

Secara filosofis mengapa setiap warga Kota Semarang dikenalkan nasi goreng Mbak Ita dan bertepatan dengan momentum 17 Agustusan yang ikut disertakan lomba.

Menyambut HUT ke-78 RI, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menggagas lomba memasak nasi goreng khas Mbak Ita se- Kota Semarang. 

Melalui lomba masak tersebut, nasi goreng Mbak Ita merupakan promosi dalam konsep ketahanan pangan, urban farming, keseimbangan gizi makanan dan penanggulangan stunting kepada masyarakat luas.

“Saya ini ingin menggerakkan agar ibu-ibu itu kembali lagi ke dapur. Caranya dengan mengadakan lomba masak yang mudah-mudah dulu. Nasi goreng siapa sih yang tidak mau,” kata Mbak Ita, Kamis 3 Agustus 2023.

Bukan lomba masak nasi goreng biasa, ada takaran yang wajib diketahui agar memiliki nilai gizi yang tinggi dan mampu mencegah stunting.

Kriteria nasi goreng khas Mbak Ita harus menerapkan kaidah Isi Piringku yaitu komposisi bahan ada 1/3 nasi, 1/3 sayur, 1/6 lauk, dan 1/6 buah

baca juga

Isi Piringku sendiri adalah panduan gizi yang juga menjadi program nasional. 

Harapannya, para ibu peserta lomba nantinya akan menerapkan kaidah Isi Piringku ketika menyiapkan sajian untuk keluarga di rumah. 

Sementara itu, kandungan gizi nasi goreng Mbak Ita diungkapkan oleh dosen Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Dr Sufiati Bintanah.

Ia mengatakan bahwa dalam mengkonsumsi suatu makanan, masyarakat perlu mempertimbangkan kandungan nilai gizi.

Nilai gizi yang dimaksud harus mencakup ketentuan cukup dan seimbang. Selain itu, juga wajib memperhatikan tingkat kesehatan dan keamanan pangan yang dihidangkan.

Menurutnya, olahan pangan sejenis nasi goreng dikatakan layak dikonsumsi dengan melihat bahan yang dipakai untuk membuatnya.

Peraih gelar doktor dari Undip ini, menambahkan masakan yang oleh kalangan masyarakat Jawa umumnya disebut sego goreng itu, di dalamnya mencakup beberapa bahan pangan yang diolah menjadi satu.

"Bahan utamanya adalah nasi, kemudian bumbu secukupnya dan minyak goreng," kata Dosen Prodi Gizi ini.

Dari beberapa bahan itu semestinya bisa dilihat kelayakan hidangan untuk disajikan.

Misal dalam pemakaian minyak goreng, idealnya hanya boleh dipakai sekali untuk memasak. 

Jangan sampai minyak yang sudah berkali-kali dipakai masih digunakan untuk menggoreng nasi. Lebih dari itu, nasi yang akan digoreng sebaiknya masih baru.

"Nasi seyogyanya bukan dari memasak dalam jangka waktu lama karena adakalanya berisiko sudah basi. Selain itu juga rawan dengan kuman, bakteri dan lain sebagainya yang bisa mengakibatkan munculnya bibit penyakit," imbuh Sufiati.

Sufiati Bintanah bahkan merasa perlu memberikan saran supaya nasi goreng dilengkapi sayur segar atau lalapan. 

Bumbu juga harus diperhitungkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang alamiah.

Kendati untuk sebagian orang, sayur seperti kacang-kacangan, jagung, wortel, selada, tomat, kentang, buncis, brokoli, kol, dan lainnya lebih dipakai pemanis hidangan.

Namun sejatinya dengan adanya sayur mayur akan menambah keseimbangan gizi yang akan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. 

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Etisa Adi Murbawani, M.Si, SpGK (K) menambahkan sebenarnya dilihat dari komposisinya, nasi goreng itu termasuk makanan tinggi kalori. 

"Biasanya pembuatan nasi goreng itu menggunakan banyak minyak/mentega dalam prosesnya. Minyak/mentega merupakan lemak jenuh, yang memiliki efek merugikan bagi kesehatan tubuh," ungkap dr Etisa.

"Namun jika ditambahkan sayur/lalap, hal itu masih lebih baik. Karena sayur tinggi kandungan serat yang dapat membantu mengurangi akibat buruk dari lemak jenuh,'' imbuh perempuan yang juga anggota IDI Cabang Kota Semarang ini. 

Selain itu, sebaiknya ditambahkan lauk sebagai sumber protein. Misal telur, ayam, daging, ikan, tapi sebaiknya diolah dengan rendah lemak/tidak digoreng.

"Kalau untuk anak, stunting, boleh diberikan, asal tiap makan, lauknya 2 porsi. Boleh 2 telur atau 1 telur 1 tempe, atau 1 ayam 1 ikan dan lebih baik ditambah sayuran," katanya.

Demikian penjelasan tentang nasi goreng Mbak Ita yang viral diperbincangkan di media sosial. Ternyata punya banyak manfaat terutama gizi tinggi.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biodata dan Profil Ade Bhakti Mantan Camat Gajah Mungkur yang Dirotasi Mba Ita Setelah Buat Video "Nasi Goreng Inak Inak"

Biodata dan Profil Ade Bhakti Mantan Camat Gajah Mungkur yang Dirotasi Mba Ita Setelah Buat Video "Nasi Goreng Inak Inak"

Semarang | Kamis, 03 Agustus 2023 | 22:47 WIB

Link Video "Mbabers Jogja" Full Durasi Diburu Warganet, Ternyata ini Isi Videonya

Link Video "Mbabers Jogja" Full Durasi Diburu Warganet, Ternyata ini Isi Videonya

Semarang | Kamis, 03 Agustus 2023 | 22:17 WIB

Rekam Jejak Ade Bhakti: Eks Camat Dimutasi Wali Kota Semarang Diduga karena Nasi Goreng

Rekam Jejak Ade Bhakti: Eks Camat Dimutasi Wali Kota Semarang Diduga karena Nasi Goreng

News | Kamis, 03 Agustus 2023 | 19:58 WIB

Terkini

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

×