SUARA SEMARANG - Sanksi dan denda dari Komdis PSSI rupanya membuat bos PSIS Semaranga lebih berhati-hati pada laga pertandingan berikutnya. PSIS terpaksa harus membayar denda setelah banding ditolak.
Tak mau kembali terkena sanksi denda yang membuat tombok alias tekor, Yoyok Sukawi meminta pengertian kepada suporter PSIS Semarang. Ia tak mau ada kejadian bentrok atau rusuh tandang.
Laga tandang juga masih menjadi aturan oleh PSSI agar tidak dihadri oleh para suporter tim tamu. Sanksi bakal bisa kembali didapatka oleh PSIS jika kedapatan ada penonton pendukungnya.
PSIS Semarang sendiri sudah terkena sanksi dan denda oleh Komdis PSSI. Mahesa Jenar mendapat sanksi berupa denda Rp 25 juta. Kemudian dua pemainnya yakni Carlos Fortes dan Boubakary Diarra mendapat sanksi denda masing-masing Rp 10 juta.
Sanksi denda PSIS Semarang didapatkan saat bersua ke kandang PSS Sleman pada Juli 2023 kemarin. Yoyok Sukawi sempat mengajukan banding agar sanksi denda ditiadakan.
Namun PSSI kekeh dengan menetapakan PSIS tetap indispliner saat laga lawan PSS Sleman. Yoyok Sukawi pun mau tak mau harus tombok merelakan kocek Rp 25 juta.
Terutama untuk laga pekan keenam PSIS Semarang yang bertandang ke kandang Madura United, pada Sabtu 5 Agustus 2023. Permintaan dari Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang Yoyok Sukawi agar suporter tidak ikut datang.
Yoyok Sukawi meminta suporter PSIS untuk menahan diri dengan tidak hadir dalam laga tandang menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu (5/8) pukul 19.00 WIB.
"Untuk suporter, kembali kami ingatkan untuk menahan diri tidak awaydays selama masih ada larangan dari PSSI," kata Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Bukan SUGBK, Pertandingan Fase Grup Piala Dunia U17 Timnas Indonesia Main di JIS
Hal ini dikatakannya usai pada pekan keempat lalu PSIS sudah mendapat sanksi dari Komdis PSSI.
Di katakan Yoyok Sukawi, secuil bukti kehadiran suporter saat laga tandang bakal menjadi hukuman oleh PSSI.
"Karena seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Komdis bisa menghukum dengan bukti di media sosial. Dukung dan doakan PSIS dari rumah dulur-semua," kata Yoyok.
Sementara saat ditanya mengenai target PSIS menghadapi Madura United, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa klubnya tetap mengincar poin penuh demi mengamankan posisi di papan atas klasemen BRI Liga 1 2023/24.
"Kalau target tetap meraih hasil terbaik. Kami ingin jaga posisi di papan atas dan kami percaya siapa pun yang main pasti akan memberikan yang terbaik untuk PSIS," katanya.
Saat ini PSIS Semarang ada di peringkat 9 klasemen sementara BRI Liga 1. Mengoleksi 8 poin hasil dari 5 main, 2 menang 2 imbang dan 1 kalah.