SUARA SEMARANG - PSIS Semarang baru saja mendapat tren dua kemenangan dari lima laga terakhir, namun CEO Yoyok Sukawi memberi peringatan kepada sang pelatih Gilbert Agius.
Bertubi-tubi kritikan dilayangkan suporter karena performa buruk PSIS Semarang, namun Gilbert Agius menjawab dengan dua kali kemenangan meski tetap mendapatkan peringatan dari CEO Yoyok Sukawi.
Gilbert Agius sukses membawa PSIS Semarang menang 2-0 atas Arema FC di Stadion Jatidiri, dan laga tandang melawan Dewa United dengan skor 4-1 di Stadion Indomilk Arena di mana Yoyok Sukawi cukup senang dengan perolehan itu.
Meski demikian, Gilbert Agius disorot oleh Komite Disiplin PSSI, usai PSIS menang 4-1 dari Dewa United pada laga pekan ke delapan.
Manajemen PSIS Semarang kembali menerima surat dari Komisi Disiplin PSSI pada Rabu 16 Agustus 2023.
Hal ini terkait perilaku Gilbert Agius di tepi lapangan saat PSIS Semarang berlaga.
Komdis PSSI menganggap pelatih Tim PSIS Semarang Gilbert Agius melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Gilbert Agius disebut menghempaskan dan atau membanting botol minuman di pinggir lapangan.
Gilbert Agius melakukan itu sebagai bentuk protes kepada perangkat pertandingan.
Baca Juga: Klasemen K2 League dan Masalah Kaki Asnawi, Jeonnam Dragons Kehilangan Tiket Play Off?
Dengan diperkuat bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin, maka Gilbert Agius kena semprot Komdis PSSI.
Atas peristiwa banting botol tersebut, Gilbert diberi teguran keras oleh Komdis PSSI.
![CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi [Instagram Yoyok Sukawi]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2023/08/15/1-screenshot-20230815-124052-instagram.jpg)
Menanggapi hal ini, Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS mengatakan legawa.
Yoyok Sukawi merasa harus mengingatkan kembali kepada official team PSIS untuk dapat menahan emosi ketika pertandingan berlangsung.
“Kami menerima sanksi buat official karena memang kemarin panas situasinya di pertandingan dan ke depan kami akan kembali saling mengingatkan untuk lebih tertib,” tutur Yoyok Sukawi.***