SUARA SEMARANG - Sejumlah petani di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur merasakan manisnya rupiah dari hasil pengembangan komoditas Buah Naga yang mampu ekspor.
Tak sembarang komoditas, petani Buah Naga di Banywangi yang sudah memulai memulai pengembangannya sejak 2014 juga berani menggunakan sistem pertanian organik.
Sejumlah petani Buah Naga di Banyuwangi Jawa Timur itu mendapat pembinaan langsung dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, dalam berbagai aspek.
Nanang Prasetyo sosok petani muda binaan YDBA berkisah telah membudidayakan buah naga sejak tahun 2018, waktu yang cukup singkat hingga 2023 bila melihat perkembangannya.
Semangat dan komitmennya dalam mengikuti pembinaan UMKM yang diberikan YDBA maupun Polbangtan Malang berhasil meningkatkan kompetensinya dalam budidaya Buah Naga yang berdampak pada perluasan pasar.
Nanang mengaku, berkat pembinaan baik manajemen maupun teknis yang diberikan YDBA dan Polbangtan Malang, memberikan dampak positif bagi perkembangan usahanya, termasuk pasar yang semakin luas.
"Saya sudah dipercaya para anggota Kelompok Tani Tunas Sejahtera di Desa Temurejo sebagai ketua/ leader dalam memasarkan buah naganya baik ke pasar tradisional maupun moderen," kata dia, dalam rilis YDBA yang diterima 17 Agustus 2023.
Tak hanya kaum Adam, Sumartini menjadi salah satu petani pilot binaan YDBA di Banyuwangi, Jawa Timur yang melakukan budidaya BuahNnaga sejak tahun 2014.
Uniknya, budidaya Buah Naga dilakukan Sumartini berani dijalankan dengan sistem organik.
Baca Juga: Puluhan UMKM Ikut Eksis di GIIAS Berkat YDBA Astra yang Terbagi di 7 Zona
Perihal pemasaran, Sumartini meningkatkan kompetensi diri agar bisa melakukan ekspor buah naga ke luar negeri.
Sumartini komitmen dan konsisten dalam mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh YDBA bersama Polbangtan Malang.
"Sudah ekspor ke beberapa negara seperti Singapura dan Prancis," kata dia.
Kini, Sumartini juga tengah melakukan pengembangan terkait produk olahan Buah Naga, salah satunya kerupuk yang saat ini tengah dilakukan uji coba masa kadarluasa dan trial packaging.
Sama halnya dengan Sumartini, Sugeng Riyadi salah satu petani Buah Naga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sinarcabe di Desa Sumbermulyo sudah menjadi petani aktif yang menjalankan pertanian secara organik sejak tahun 2014.
Bersama Sumartini, Sugeng mengotimalkan limbah pertanian tersebut menjadi kompos. Kompetensi dalam melakukan budidaya buah naga semakin meningkat bersamaan dengan aktifnya Sugeng mengikuti pembinaan yang dilakukan YDBA dan Polbangtan Malang.