Manisnya Cuan Ekspor Buah Naga Organik oleh Petani di Tanah Banyuwangi

Semarang

Senin, 21 Agustus 2023 | 19:19 WIB
Manisnya Cuan Ekspor Buah Naga Organik oleh Petani di Tanah Banyuwangi
Suasana lahan buah naga yang dibudidaya oleh petani binaan Astra melalui YDBA di Banyuwangi pada malam hari yang menggunakan metode penyinaran lampu untuk mempercepat proses fotosintesis (YDBA)

SUARA SEMARANG - Sejumlah petani di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur merasakan manisnya rupiah dari hasil pengembangan komoditas Buah Naga yang mampu ekspor.  

Tak sembarang komoditas, petani Buah Naga di Banywangi yang sudah memulai memulai pengembangannya sejak 2014 juga berani menggunakan sistem pertanian organik.

Sejumlah petani Buah Naga di Banyuwangi Jawa Timur itu mendapat pembinaan langsung dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, dalam berbagai aspek.

Nanang Prasetyo sosok petani muda binaan YDBA berkisah telah membudidayakan buah naga sejak tahun 2018, waktu yang cukup singkat hingga 2023 bila melihat perkembangannya.

Semangat dan komitmennya dalam mengikuti pembinaan UMKM yang diberikan YDBA maupun Polbangtan Malang berhasil meningkatkan kompetensinya dalam budidaya Buah Naga yang berdampak pada perluasan pasar.

Nanang mengaku, berkat pembinaan baik manajemen maupun teknis yang diberikan YDBA dan Polbangtan Malang, memberikan dampak positif bagi perkembangan usahanya, termasuk pasar yang semakin luas.

"Saya sudah dipercaya para anggota Kelompok Tani Tunas Sejahtera di Desa Temurejo sebagai ketua/ leader dalam memasarkan buah naganya baik ke pasar tradisional maupun moderen," kata dia, dalam rilis YDBA yang diterima 17 Agustus 2023.

Tak hanya kaum Adam, Sumartini menjadi salah satu petani pilot binaan YDBA di Banyuwangi, Jawa Timur yang melakukan budidaya BuahNnaga sejak tahun 2014.

Uniknya, budidaya Buah Naga dilakukan Sumartini berani dijalankan dengan sistem organik.

baca juga

Perihal pemasaran, Sumartini meningkatkan kompetensi diri agar bisa melakukan ekspor buah naga ke luar negeri.

Sumartini komitmen dan konsisten dalam mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh YDBA bersama Polbangtan Malang.

"Sudah ekspor ke beberapa negara seperti Singapura dan Prancis," kata dia.

Kini, Sumartini juga tengah melakukan pengembangan terkait produk olahan Buah Naga, salah satunya kerupuk yang saat ini tengah dilakukan uji coba masa kadarluasa dan trial packaging.

Sama halnya dengan Sumartini, Sugeng Riyadi salah satu petani Buah Naga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sinarcabe di Desa Sumbermulyo sudah menjadi petani aktif yang menjalankan pertanian secara organik sejak tahun 2014.

Bersama Sumartini, Sugeng mengotimalkan limbah pertanian tersebut menjadi kompos. Kompetensi dalam melakukan budidaya buah naga semakin meningkat bersamaan dengan aktifnya Sugeng mengikuti pembinaan yang dilakukan YDBA dan Polbangtan Malang.

Sugeng mengaku, bukan hanya kompetensi yang meningkat, namun juga pendapatan bulanan yang meningkat.

Sugeng berharap, pembinaan yang dilakukan YDBA bersama Polbangtan Malang dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kompetensinya dalam melakukan budidaya buah naga yang lebih baik lagi.

Petani Buah Naga binaan Astra melalui YDBA, Sugeng Riyadi memetik buah naga dalam kegiatan #AsikBersamaUMKM yang dihadiri oleh Manajemen YDBA-Politekni Polbangtan Malang pekan lalu di Banyuwangi [YDBA]
Petani Buah Naga binaan Astra melalui YDBA, Sugeng Riyadi memetik buah naga dalam kegiatan #AsikBersamaUMKM yang dihadiri oleh Manajemen YDBA-Politekni Polbangtan Malang pekan lalu di Banyuwangi (sumber: YDBA)

Adapun Astra YDBA pada tahun 2021 memperluas pembinaan di wilayah Banyuwangi Jawa Timur yang salah satunya fokus pada pembinaan komoditas Buah Naga.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia yang bisa mensejahterakan petani.

Dalam menjalankan pembinaan tersebut, YDBA berkolaborasi dengan Polbangtan Malang sebagai expert bagi UMKM di sektor tersebut.

Beberapa program kolaborasi ini, antara lain Pelatihan SOP Budidaya Buah Naga Berorientasi Ekspor, Pelatihan & Pendampingan Pengendalian OPT Buah Naga, Produksi Agensi Hayati, Pelatihan dan Pendampingan Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair, Pelatihan dan Pendampingan Panen, Pasca Panen dan Pengolahan Buah Naga serta program lainnya.

YDBA juga memberikan berbagai program pembinaan lainnya, seperti pelatihan basic mentality, sharing knowledge terkait ekspor.

Kemudian mengajak petani melakukan benchmark ke petani Jember yang telah melakukan ekspor, menjembatani pembiayaan melalui program KUR dan dana bergulir serta fasilitasi pemasaran ke beberapa offtaker seperti PT Nusa Tropical Indonesia dan Sayurbox.

Untuk memperkuat kolaborasi YDBA dengan Polbangtan Malang, pada akhir pekan lalu, YDBA bersama Manajemen Polbangtan Malang menghadiri kegiatan #AsikBersamaUMKM dengan melihat langsung UMKM Buah Naga yang mengikuti program pembinaan kolaborasi YDBA dan Polbangtan Malang.

Hadir dalam kunjungan tersebut, yaitu Sekretaris Pengurus YDBA, Ema Poedjiwati Prasetio; Bendahara Pengurus YDBA, Tarsisius Wijaya serta Wakil Direktur Bidang Akademi dan Kerjasama Polbangtan Malang Novita Dewi.

Dalam kesempatan tersebut, YDBA bersama Polbangtan Malang berkesempatan untuk mendengarkan sharing dari para petani buah naga binaan, antara lain Nanang Prasetyo, Sumartini dan Sugeng Riyadi terkait kondisi dan tantangan bisnisnya saat ini.

Bukan hanya itu, YDBA bersama Polbangtan juga melihat langsung kondisi lahan buah naga yang dibudidaya oleh para petani binaan.

Ema Poedjiwati Prasetio dalam kunjungan ini menyampaikan, bahwa untuk memperluas pasar buah naga, selain QCD (quality, cost, delivery) yang harus dipenuhi petani.

Kolaborasi bersama petani lain juga menjadi penting untuk memenuhi permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Dengan kolaborasi, tentu para petani bisa berkomunitas bersama-sama memenuhi produk yang dibutuhkan customer.

Ema juga berharap para petani dapat terus melakukan improvement, terutama dalam mengolah buah naga menjadi produk yang bernilai tambah.

"Hadirnya Polbangtan Malang sebagai expert diharapkan dapat terus mendukung petani buah naga menghasilkan produk-produk berkualitas yang dapat dipasarkan di dalam maupun luar negeri," kata dia.

Sedangkan Novita Dewi dalam kunjungan ini menyampaikan bahwa kolaborasi Polbangtan Malang dan YDBA ini menjadi penting, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan inovatif.

Novita berharap dengan pendampingan tersebut, dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani serta dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan profitas produk buah naga.***

Kontributor: Diaz Abidin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Semarang | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:59 WIB

Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA

Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA

Semarang | Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:12 WIB

Peran Asyik YDBA Comblangkan IKEA dan 2 UMKM Kerajinan Daur Ulang Sampah dari Desa Tarikolot

Peran Asyik YDBA Comblangkan IKEA dan 2 UMKM Kerajinan Daur Ulang Sampah dari Desa Tarikolot

Semarang | Senin, 24 Juli 2023 | 11:04 WIB

Terkini

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman

4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:00 WIB

Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit

Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:00 WIB

Kota Semakin Panas: Penelitian Ini Tunjukkan Atap Putih Bisa Bantu Turunkan Suhu

Kota Semakin Panas: Penelitian Ini Tunjukkan Atap Putih Bisa Bantu Turunkan Suhu

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:55 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:50 WIB

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:45 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB