semarang

Senyum Semringah Petani Mete-Vanili, dan Peternak Kepiting Bakau dari Desa-desa di Manggarai Barat NTT

Semarang Suara.Com
Jum'at, 01 September 2023 | 14:41 WIB
Senyum Semringah Petani Mete-Vanili, dan Peternak Kepiting Bakau dari Desa-desa di Manggarai Barat NTT
Pelaku UMKM Vanili Binaan YDBA di Desa Loha, Manggarai Barat, NTT, Leo (kedua kiri) menjelaskan proses panen vanili kepada pengurus YDBA (DOK)

SUARA SEMARANG - Pak Leo, mengenakan kemeja warna dominan biru dan peci yang keduanya bercorak motif tenun khas Manggarai Barat menunjukkan Kebun Vanili beberapa waktu lalu.

Leo mendampingi sejumlah pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menengok komoditas Vanili yang sedang subur-suburya, di Desa Loha, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Dengan antusiasnya dia menghiraukan usia yang tak lagi muda untuk menjelaskan proses panen komoditas Vanili kepada kepada Ketua Pengawas YDBA, Lina Djafar, Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala, dan Advisor YDBA Tonny
Sumartono.

Vanili menjadi salah satu komoditas yang diandalkan petani setempat dan cukup mengesankan nilainya.

UMKM Vanili di Desa Loha

Menengok komoditas Vanili saat ini terdapat 67 UMKM Vanili yang dibina Astra melalui YDBA di Desa Loha, Manggarai Barat, NTT.

Berbagai program pembinaan diikuti oleh para UMKM tersebut, seperti pelatihan mentalitas dasar dan pembukuan usaha tani, manajemen SOP & teknik budidaya, benchmark budidaya.

Tak hanya itu, pendampingan pasca panen, perizinan usaha, internsifikasi budidaya Vanili, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu & agenda Hayati, serta berbagai program pembinaan lainnya dijalankan.

Saat ini UMKM Vanili berhasil melakukan inovasi produk, yaitu produk vanili kering yang mendukung peningkatan produktivitas usaha sebesar 151% dan omset yang tumbuh mencapai 200%.

Baca Juga: Puluhan UMKM Ikut Eksis di GIIAS Berkat YDBA Astra yang Terbagi di 7 Zona

Produk vanili juga berkesempatan untuk menjadi souvenir dalam ajang internasional, yaitu G20 dan KTT ASEAN yang diselenggarakan di Indonesia.

UMKM Mete di Desa Repi

Dari Vanili menuju desa penghasil Mete, sebanyak 33 UMKM Mete aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang dilakukan Astra melalui YDBA.

Sejalan dengan grand design yang telah YDBA susun, pada tahun 2023 UMKM Mete diharapkan dapat menerapkan diversifikasi/ inovasi produk dan memenuhi standar quality, cost & delivery (QCD) yang dibutuhkan oleh customer.

Berkat komitmen dan konsistennya, kini UMKM Mete telah sukses melakukan diversifikasi produk yang sebelumnya menjual produk mete gelondongan.

saat ini menghasilkan produk mete kupas goreng dan mete olahan yang dipasok ke berbagai offtaker/ customer.

Hal tersebut tentu mempengaruhi produktivitas usaha yang dijalankan serta omset dari UMKM tersebut.

Tercatat saat ini produktivitas mete meningkat hingga 151% dan omset tumbuh hingga 200%. Bahkan, UMKM telah mendapatkan sertifikasi halal dan PIRT untuk produk olahannya.

Produk Mete juga berkesempatan untuk menjadi souvenir kegiatan internasional, yaitu KTT ASEAN yang dilakukan pada bulan Mei 2023 lalu di Labuan Bajo, NTT.

UMKM Kepiting Binaan YDBA Astra di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, NTT, Vinsensius Saur (kiri) saatmenjelaskan sistem budidaya kepiting Bakau metode crab box yang dijalankannya kepada Bupati Manggarai Barat,Edistasius Endi, S.E. (kedua kanan); Ketua Pengawas YDBA, Lina Djafar (kanan); Ketua PengurusYDBA, Sigit P. Kumala (tengah) dan Advisor YDBA, Tonny Sumartono (kedua kiri) [DOK]
UMKM Kepiting Binaan YDBA Astra di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, NTT, Vinsensius Saur (kiri) saatmenjelaskan sistem budidaya kepiting Bakau metode crab box yang dijalankannya kepada Bupati Manggarai Barat,Edistasius Endi, S.E. (kedua kanan); Ketua Pengawas YDBA, Lina Djafar (kanan); Ketua PengurusYDBA, Sigit P. Kumala (tengah) dan Advisor YDBA, Tonny Sumartono (kedua kiri) (sumber: DOK)

UMKM Kepiting di Desa Golo Sepang

Beralih ke komoditas budidaya peternakan, Astra melalui YDBA juga berkomitmen untuk menjalankan pembinaan UMKM di Manggarai Barat, salah satunya UMKM kepiting bakau.

Sejalan dengan grand design yang disusun YDBA, saat ini UMKM Kepiting mampu melakukan transformasi teknik budidaya.

Para UMKM kepiting yang semula melakukan budidaya sebagai nelayan tangkap, saat ini menjadi UMKM kepiting dengan sistem budidaya tambak, keramba dan crab box.

Transformasi tersebut memberikan dampak positif bagi para UMKM, mulai dari harga jual yang meningkat hingga 100% per kg.

produktivitas meningkat mencapai 172% hingga omset UMKM meningkat mencapai 95%.

Untuk mencapai hal tersebut, para UMKM Kepiting komitmen dan konsisten dalam menjalankan pembinaan yang dilakukan Astra melalui YDBA, program pembinaan tersebut.

Pelaku budidaya bahkan harus menyeberang ke Kabupaten Jepara, Jawa Tegah untuk Bimtek ke Balai Besar Perikanan.

Pelaku budidaya Kepiting mendapar juga gemblengan pelatihan mentalitas dasar, pendampingan teknis pembuatan keramba, pelatihan teknis intensifikasi budidaya Kepiting Bakau, pendampingan perbaikan tambak Kepiting Bakau, pelatihan pembuatan demplot Budidaya Kepiting di Darat dan berbagai program pembinaan lainnya.

Dalam menjalankan pembinaan di Manggarai Barat, Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala menyampaikan, berbagai pencapaian yang diraih oleh UMKM Mete, Vanili maupun Kepiting diharapkan dapat menambah semangat para UMKM.

"Semangat untuk terus tumbuh dan berkembang hingga mereka bisa memasarkan produknya bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar global," kata Sigit P Kumala.

Untuk diketahui YDBA sejak tahun 2021 berkomitmen untuk menjalankan pembinaan UMKM, khususnya di sektor pertanian, antara lain mete, vanili dan budidaya kepiting di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembinaan dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, baik manajemen maupun teknis serta fasilitasi pemasaran dan fasilitasi pembiayaan.

Manggarai Barat sendiri merupakan sentra produksi komoditas pertanian di Provinsi NTT, khususnya komoditas mete, vanili, dan kepiting bakau.

Adapun yang masih perlu dikembangkan untuk mendukung peningkatan kompetensi petani yang diharapkan dapat berdampak pada peningkatan ekonomi di wilayah tersebut.

Saat ini terdapat 131 UMKM yang dibina Astra melalui YDBA, terdiri dari 33 UMKM Mete, 67 UMKM Vanili dan 31 UMKM Kepiting.***

Kontributor: Diaz Abidin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI