SUARA SEMARANG - Fenomena K-pop semakin berkembang pesat dan tak bisa dibendung untuk menaklukkan dunia dengan cepat, bahkan ada pembentukan grup idola tanpa orang Korea.
Sehingga hal ini menjadikan sebuah tren terbaru dan juga positif bagi negara manapun yang tengah dilanda oleh fenomena K-Pop.
Namun, yang membuat perhatian kita teralih adalah tren terbaru dalam industri musik Korea ini adalah kelompok K-pop tanpa anggota Korea.
Grup-grup ini kini tak hanya muncul sebagai potensi besar di Amerika Serikat, tetapi juga mengejar perjalanan menuju kesuksesan global.
Pertanyaannya, mengapa K-pop tanpa anggota Korea bukan lagi hal yang mustahil?
Semua akan terjawab dengan contoh dari dua kelompok yang mengejar mimpi mereka di Amerika.
Tren ini diawali dengan JYP Entertainment, salah satu perusahaan hiburan terbesar di Korea, yang mengumumkan pembentukan grup baru bernama "VCHA."
Grup ini lahir melalui proyek peluncuran girl group global yang disebut "A2K (America2Korea)," yang merupakan kerjasama antara JYP Entertainment, Republic Records, dan Universal Music.
Grup VCHA terdiri dari enam anggota multinasional yang mengikuti sistem pelatihan K-pop pertama di Amerika Utara.
Ini adalah langkah besar dalam menggabungkan budaya Barat dengan budaya K-pop yang terkenal ketat.
Namun, pertanyaan besar adalah apakah kelompok seperti VCHA dapat beradaptasi dengan sistem idola Korea yang agak konservatif.
Terdapat perbedaan budaya yang signifikan antara Timur dan Barat, yang mungkin akan memengaruhi pandangan dan harapan penggemar K-pop.
Meskipun belum melakukan debut resmi, VCHA sudah mendapatkan perhatian besar dengan lagu pra-debut mereka "YO Universe," yang telah ditonton lebih dari 8,2 juta kali di YouTube.
Selain JYP Entertainment, perusahaan hiburan lainnya yang ikut dalam tren ini adalah HYPE, yang saat ini sedang mengadakan proyek audisi global yang disebut "The Debut: Dream Academy."
Proyek ini mencakup audisi di 12 kota di seluruh dunia dan akan mendebutkan grup K-pop dengan anggota dari berbagai negara, termasuk Korea, Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Brasil, dan Thailand.