Sepeninggal Tjoa Thay Joe, resep lunpia khas Semarang diwariskan kepada putranya yaitu Siem Gwan Sing sebagai generasi kedua yang menikah dengan Tjoa Po Nio pada tahun 1930. Lunpia mulai menjadi primadona pada saat itu, baik oleh para kolonial Belanda maupun penduduk pribumi.
Lunpia kembali diturunkan ke generasi ketiga, yakni tiga anak dari generasi kedua (Siem Gwan Sing & Tjoa Po Nio). Ketiganya yang saat ini masih eksis seperti Siem Swie Nie, yang lebih dikenal dengan nama Lunpia Mbak Lien, ada di Jalan Pemuda Semarang.
Lalu ada anak kedua Siem Swie Kiem, dengan lumpia yang dijualnya di Gang Lombok (Pecinan) atau Lunpia gang Lombok. Dan anak ketiga Siem Hwa Nio dikenal dengan Lunpia Mataram. Ketiganya masih eksis hingga sekarang di lokasi masing-masing.
Kini Generasi Kelima
Cik Meme sendiri sebagai generasi kelima dari ayahnya, Tan Yok Tjay, dari generasi keempat. Tan Yok Tjay dikenal julukan sebagai master chef lunpia Mataram karena dedikasinya melanjutkan perjuangan keluarganya untuk melestarikan lunpia.
Lunpia Cik Meme sendiri beralamat di Jalan Gajahmada Nomor 107 Semarang, gerai tokonya sekaligus kafe selalu ramai pengunjung. Pengunjung bisa menikmati sembari nongkrong atau bisa juga take away dibawa pulang untuk dinikmati di rumah maupun dalam perjalanan.
Sebagai tips tambahan untuk menikmati lunpia baik jenis basah dan kering, harus diperhatikan masa ketahanannya. Bagi yang take away atau dibawa pulang, lunpia basah memiliki daya tahan kekuatan 8 jam dari diterima. Terutama bagi wisatwan yang berkendaraan saat dalam perjalanan.
“Kalau mau bagus ya suhu jangan panas. Perjalanan di mobil ya dekatin AC, jika sampai tujuan sebelum 8 jam langsung masukan freezer. Bisa satu Minggu sampai satu bulan tahan,” jelas Cik Meme.
Untuk lunpia basah saat sampai tiba ditujuan, Cik Meme menyarankan agar lunpia basah bisa dikeluarkan lebih dulu untuk menyesuaikan suhu ruangan dengan cara dianginkan selama lima menit.
Baca Juga: Resep Gulai Belacan Kuliner Khas Riau, Nikmati Sensasi Kelezatan Tradisional di Rumah!
“Lalu bisa dikukus kembali atau jika ingin digoreng, gunakan minyak goreng sedikit menggunakan wajan teflon,” katanya.
Rahasia Daun Bawang Lunpia
Untuk menikmati lunpia, pilihannya bisa dipotong-potong lalu dicocolkan dengan bumbu saus dan daun bawang mirip kudapan.
Kenapa harus dengan daun bawang, Cik Meme menerangkan dari cerita para buyutnya, jika dahulu saat lunpia dijadikan kudapan sebagai teman perjalanan. Daun bawang berfungsi untuk menghangatkan badan ditengah perjalanan yang kadang dingin dan banyak angin.
“Daun bawang sejak dahulu, cerita buyut itu untuk penghangat badan jadi untuk mencegah masuk angin, selain menambah kenikmatan. Jadi dulu saat perjalanan sambil makan lumpia sambil gigit -gigit daun bawang, dan itu mencegah masuk angin. Selain itu juga buat netralisir minyak dan kolesterol. Makan dari bonggolnya dulu lalu sampai ujung daun bawang,” katanya.***