Jagad maya telah digegerkan dengan beredarnya sebuah video porno berdurasi 16 menit yang diperankan oleh sosok wanita mengenakan gaun kebaya merah.
Tak butuh waktu lama, polisi kemudian berhasil menangkap pemeran video porno si wanita Kebaya Merah karena merekam dan menjualnya untuk memenuhi permintaan dari akun Twitter.
Terkait adanya pesanan (by request) video mesum kebaya merah tersebut, menunjukan bahwa tingginya permintaan dan peminat dari kalangan masyarakat terhadap konten-konten porno di Indonesia. Dan lebih parahnya lagi, hal itu bisa berdampak terhadap kecanduan pornografi atau porn addiction.
Dirkrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Farman Jatim mengatakan, dua tersangka video porno Kebaya Merah berinisial ACS dan AH membuat konten cabul karena mendapat pesanan dari sebuah akun Twitter.
![Tersangka pemeran video porno Kebaya Merah saat diamankan oleh Polda Jawa Timur [Beritajatim]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/11/09/1-kebaya-merah.jpg)
Tersangka ACS dan AH membuat adegan tersebut karena adanya pesanan untuk konten video porno dengan tema 'Receptionist Hotel'. Akun Twitter tersebut kini masih dalam penyelidikan," kata Farman saat konferensi pers, dikutip dari Antara, Selasa (8/11/2022).
Tak main-main, jumlah konten pornografi semakin bertambah seiring dengan hadirnya internet yang menghadirkan kemudahan untuk mengakses dan mendapatkannya. Bahkan sebanyak 35 persen yang di unduh dari internet adalah video pornografi.
Melansir dari The Recovery Village pada Rabu (9/11/2022), pada umumnya orang yang menonton video porno tidak memiliki kecanduan. Namun, kecanduan dapat terjadi ketika seseorang tidak dapat mengendalikan keinginan untuk menonton film dan video porno sehingga berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari mereka.
Orang yang kecanduan pornografi sering juga merasa malu dengan penggunaan porno mereka, mereka ingin menguranginya, tapi mereka tidak mampu.
![Polisi menunjukkan tersangka beserta barang bukti kasus video porno Kebaya Merah [ANTARA/Willy Irawan]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/11/09/1-polisi-menunjukkan-tersangka-beserta-barang-bukti-kasus-video-porno-kebaya-merah.jpg)
Tak jarang orang yang kecanduan seperti ini kemudian beralih ke konten yang lebih hardcore juga, bahkan konten yang diakses mungkin mengarah ke ilegal demi untuk memenuhi kebutuhan mereka yang tinggi.
Kecanduan konten porno atau masalah penggunaan pornografi mempengaruhi 3 hingga 6 persen kontaminasi dari orang dewasa. Selain itu, 65% pria dewasa muda dan 18% wanita mengaku menonton film porno setidaknya sekali dalam seminggu.
Yang menyedihkan lagi, bahwa paparan pornografi di internet dapat menyebabkan kecanduan pornografi pada anak-anak. Selain itu, 93,2% anak laki-laki dan 62,1% anak perempuan menonton film porno untuk pertama kalinya sebelum mereka berusia 18 tahun.
Baca Juga: Sejumlah Pengguna Twitter Pindah ke Medsos Mastodon, Apa Itu?