"Ya beginilah nasib hidup di negara ini. Orang-orang yang punya kewenangan pegang senjata emosinya setipis kertas. Gampang tersulut hal kecil kek gini," tambah yang lain.
"Padahal masuk loreng ada tes psikologi dan kejiwaan kan ya? Kok ini bisa lolos orang satu ini," tanya warganet heran.