Partai Buruh Dukung Najwa Shihab Capres Indonesia, Alasannya Karena 7 Partai Politik Dukung UU Cipta Kerja

Serang

Senin, 01 Mei 2023 | 17:59 WIB
Partai Buruh Dukung Najwa Shihab Capres Indonesia, Alasannya Karena 7 Partai Politik Dukung UU Cipta Kerja
Presiden Partai Buruh Said Iqbal gelar konpers di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (1/5/2023). ANTARA/Siti Nurhaliza

Serang Suara - Partai Buruh dukung Najwa Shihab sebagai bakal calon presiden RI di Pemilu 2024. Hal itu tutur Said Iqbal, Presiden Partai Buruh, Senin (1/5/2023).

Selain Najwa Shihab alias Nana yang dikenal sebagai jurnalis perempuan dengan program Mata Najwa itu, Partai Buruh juga mendukung Ganjar Pranowo (PDI Perjuangan), Prabowo Subianto (Partai Gerindra), Anies Baswedan (koalisi Partai NasDem, PKS dan Partai Demokrat).

Guna menentukan pilihan siapa yang akan mereka dukung secara personal atau mandiri terhadap bakal calon presiden yang bertarung dalam Pilpres 2024 mendatang. Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut, menentukan pilihan terhadap capres bakal segera rakernas.

"Ada tahapan dan dari empat nama itu akan ada satu nama yang bakal dinyatakan lolos konvensi dan rapat presidium," terangnya Said Iqbal.

Informasi yang SerangSuara dapatkan bahwa konvensi itu bulan Juni hingga Juli. Nah, setelahnya akan ada rapat presidium terdiri 11 organisasi pendiri pelanjut Partai Buruh.

"Ini akan ketat dalam memberikan dukungan, dan tentu kami tidak akan berkoalisi dengan partai politik yang meresahkan dari pada undang-undang cipta  kerja," ungkapnya.

"Tunggu saatnya," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal menambahkan.

Menurut catatan SerangSuara terhadap pengesahan UU Cipta Kerja alias Omnibus Law Ciptaker jadi undang-undang, terdapat tujuh parpol yang menyetujuinya.

Hari Buruh ; May Day [Suara.com/Alfian Winanto]
Hari Buruh ; May Day (sumber: Suara.com/Alfian Winanto)

7 Partai Politik Dukung Undang-Undang Cipta Kerja

Terdapat tujuh partai politik yang menyetujui atau mendukung pengesahan Undang Undang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja, antara lain.

baca juga

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).
2. Partai Golongan Karya (Golkar).
3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
4. Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
6. Partai Amanat Nasional (PAN).
7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

2 Parpol Tolak UU Cipta Kerja

Kendati demikian terdapat beberapa partai politik yang menolak UU Cipta Kerja, antara lain

1. Partai Demokrat.
2. Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pengesahan Omnibus Law Ciptaker tersebut digelar Selasa 21 Maret 2023 oleh para anggota perwakilan rakyat di gedung DPR RI saat Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022-2023. [*/Kariadil Harefa]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Buruh Haramkan Koalisi Parpol Pendukung UU Cipta Kerja, Tapi Dukung Ganjar Pranowo Presiden?

Partai Buruh Haramkan Koalisi Parpol Pendukung UU Cipta Kerja, Tapi Dukung Ganjar Pranowo Presiden?

Serang | Senin, 01 Mei 2023 | 17:50 WIB

Isu Dugaan Politisasi Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kemhan Dijawab Langsung Prabowo Subianto

Isu Dugaan Politisasi Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kemhan Dijawab Langsung Prabowo Subianto

Serang | Sabtu, 29 April 2023 | 11:30 WIB

Cak Imin Bantah Wacana Duet Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto

Cak Imin Bantah Wacana Duet Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto

Serang | Jum'at, 28 April 2023 | 23:34 WIB

Terkini

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 08:04 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik

Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 08:00 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat

News | Senin, 22 Juni 2026 | 07:46 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Pertama Kalinya, SUNRISE dan SHAFT Umumkan Kolaborasi Produksi Anime Baru

Pertama Kalinya, SUNRISE dan SHAFT Umumkan Kolaborasi Produksi Anime Baru

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB