Serang.suara.com - Polemik Jakarta International Stadium (JIS) disangkutkan dengan politik terus berkembang, terutama rencana pemerintah melalui PSSI merehabilitas stadion calon venue Piala Dunia U-17 2023.
"Kita tidak boleh terjebak dalam hal-hal seperti ini terus-menerus. Pak Anies (Baswedan) sendiri sudah mengatakan bahwa Stadion JIS adalah milik Indonesia, milik bangsa kita, dan dapat diperbaiki," kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dalam keterangan resminya, kutip Minggu (9/7/2023).
Erick Thohir melanjutkan, Piala Dunia U-17 jangan sampai mengikuti jejak Piala Dunia U-20 yang gagal jadi tuan rumah, yang menjadi preseden buruk bagi Indonesia di mata dunia sepak bola.
Ia merinci bahwa perhelatan pertandingan seperti Piala Dunia maupun laga U-20 dan U17 tidak ada bedanya. Semuanya sama tentang kejuaraan dunia.
"Apakah kita ingin gagal lagi? Sudahkah kita memberi kesempatan diri kita sendiri untuk gagal? Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk meraih kesuksesan Piala Dunia U-17 dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu, jangan terus gagal," terang Erick, Ketum PSSI sekaligus Menteri BUMN.
![Stadion Internasional Jakarta (JIS), Jakarta saat laga pembuka International Youth Championship (IYC) 2021. [Antara/Michael Siahaan]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/07/06/1-stadion-internasional-jakarta-jis-jakarta-saat-laga-pembuka-international-youth-championship-iyc-2021-antaramichael-siahaan.jpg)
"Saya sangat terganggu ketika Stadion JIS, yang dibangun dengan biaya sekitar Rp4,5 triliun-Rp5 triliun, akan direnovasi dengan biaya Rp5 triliun. Ini adalah pembohongan publik yang luar biasa," ungkapnya lagi.
Ia menilai perdebatan mengarah politik menghabiskan energi, sementara sepak bola tidak ada kaitan dengan konteks politik. Apalagi soal rehab JIS, dan JIS merupakan salah satu dari 22 stadion yang membutuhkan prioritas. Agar sepak bola Indonesia dapat bertranformasi ke jenjang Internasional, itu sebabnya opsi mencalonkan venue tersebut ke FIFA.
"Saya berharap perdebatan yang tidak bermanfaat ini berakhir dan kita ingin memperbaiki sepak bola tanpa melibatkan konteks politik. Ini adalah niat baik yang benar-benar ingin memperbaiki dengan bersama-sama," ucap Erick. [*]
Kontributor: Putra Tanhar
Baca Juga: Jakarta International Stadium (JIS) Bersertifikasi FIFA 'Hilang' Usai Klaim Terbaru Buro Happold