Membedah Lukisan Raden Saleh dalam Film Mencuri Raden Saleh

soreang

Kamis, 15 September 2022 | 17:50 WIB
Membedah Lukisan Raden Saleh dalam Film Mencuri Raden Saleh
Lukisan Raden Saleh tentang pengkapan pangeran Diponegoro (wikipedia.org/Berkas:Raden_Saleh_-_Diponegoro)

SuaraSoreang.id-Lukisan karya Raden Saleh sedang ramai diperbincangkan khalayak ramai saat ini, pasalnya sedang tayang di Bioskop film tentang lukisan Raden Saleh ini.

Film karya sutradara Angga Dwimas Sasongko bercerita tentang lukisan Raden Saleh yang 'dicuri' sekelompok anak muda, yang berjudul 'Mencuri Raden Saleh.'

Film Mencuri Raden Saleh mendapat tanggapan yang positif dari publik, antusiasme publik terhadap film ini sangat baik. Terhitung sudah 2 juta lebih penonton menyaksikan film ini di Bioskop.

Lukisan karya Raden Saleh ini menggambarkan tentang Penangkapan Pangeran Diponegoro. Lukisan ini sangat berharga bagi Indonesia, bahkan bernilai tinggi. 

Suara Soreang mengutip laman resmi Kemendikbud pada 15 September 2022, lukisan ini merupakan lukisan sejarah pertama di Asia Tenggara di antara sejarah lukisan-lukisan aliran Eropa.

Lukisan Raden Saleh ini digarap menggunakan cat minyak lalu dibingkai dengan kayu berukir. Gaya lukisan yang digunakan Raden Saleh adalah Romantisisme.

Seperti judulnya, lukisan pertama karya Raden Saleh itu menggambarkan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Belanda. 

Peristiwa yang diceritakan dalam lukisan ini menandai perlawanan Diponegoro pada tahun 1830.

Peristiwa itu saat Pangeran Diponegoro dibujuk untuk hadir di Magelang membicarakan kemungkinan gencatan senjata oleh Belanda. 

baca juga

Akan tetapi, Diponegoro dan pengikutnya justru dijebak dan ditangkap lalu diasingkan.

Lukisan Raden Saleh tentang penangkapan Pangeran Diponegoro tak cuma mengabadikan sejarah tetapi juga menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

Terdapat fakta menarik dari perjalan lukisan yang dibuat Raden Saleh tersebut. Lukisan itu merupakan respon dari lukisan karya Nicolaas Pieneman.

Pieneman yang ditugaskan mendokumentasikan momen penangkapan Pangeran Diponegoro lewat lukisan.

Ketika peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro, Raden Saleh tengah berada di Eropa. Diduga Raden Saleh melihat lukisan Pieneman tersebut saat ia tinggal di Eropa.

Perbedaan Lukisan Raden Saleh dengan Pieneman Tentang Penangkapan Pangeran Diponegoro

Perbedaan lukisan antara Raden Saleh dengan Pieneman ini dipandang sebagai rasa nasionalisme pada diri Raden Saleh.

terdapat Beberapa perbedaan penting antara lukisan Raden Saleh dan Nicolaas Pieneman, antar lain;

Pieneman menggambarkan Diponegoro dengan wajah lesu dan pasrah, Raden Saleh menggambarkan Diponegoro dengan raut tegas dan menahan amarah.

Pieneman memberi judul lukisannya Penyerahan Diri Diponegoro, Raden Saleh memberi judul Penangkapan Diponegoro.

Lukisan bendera Belanda yang dibuat oleh Pieneman tidak ditampilkan dalam lukisan karya Raden Saleh.

Diketahui Raden Saleh mulai membuat sketsa lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1856 dan  setahun kemudian menyelesaikan lukisannya dengan cat minyak.

Raden Saleh mengabarkan lukisan tersebut kepada temannya di Jerman, Duke Ernst II dari Sachsen-Coburg dan Gotha.

Raden Saleh memberikan judul "Ein historisches Tableau, die Gefangennahme des javanischen Häuptings Diepo Negoro" (lukisan bersejarah tentang penangkapan seorang pemimpin Jawa Diponegoro) pada lukisan itu.

Kemudian Raden Saleh memberikan lukisan tersebut kepada Raja Belanda, Willem III, untuk menggambarkan pandangan Raden Saleh atas penangkapan Pangeran Diponegoro yang berbeda dengan pandangan Pieneman.

Pada tahun 1975, lukisan tersebut diserahkan kepada Indonesia oleh pihak Kerajaan Belanda bersamaan dengan realisasi perjanjian kebudayaan antara Indonesia-Belanda pada 1969.

Pada tahun 2013 lukisan tersebut direstorasi pernisnya oleh Susanne Erhards, ahli restorasi dari Jerman, dengan dukungan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Goethe Institute Indonesia.

Pada tanggal 27 September 2013 dilakukan serah terima hasil restorasi lukisan Raden Saleh oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo kepada Sekretariat Negara.

Terakhir, pada Desember 2014 lukisan ini dipindahkan dari Istana Merdeka ke Istana Kepresidenan Yogyakarta. Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro menjadi salah satu koleksi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Sumber: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rachel Amanda Pilih Pacar yang Tidak Jaim: Biar Sekaligus Jadi Teman

Rachel Amanda Pilih Pacar yang Tidak Jaim: Biar Sekaligus Jadi Teman

Entertainment | Rabu, 14 September 2022 | 17:58 WIB

Rachel Amanda Bercita-cita Main Film Bareng Reza Rahadian dan Christine Hakim

Rachel Amanda Bercita-cita Main Film Bareng Reza Rahadian dan Christine Hakim

Entertainment | Rabu, 14 September 2022 | 16:03 WIB

Umay Shahab Ungkap Job-nya Pernah Hancur Gegara Coboy Junior

Umay Shahab Ungkap Job-nya Pernah Hancur Gegara Coboy Junior

Sukabumi | Selasa, 13 September 2022 | 15:31 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×