SuaraSoreang.id - Pada tanggal 27 Januari 1981, telah terjadi satu tragedi terbesar dalam sejarah transportasi laut Indonesia, yakni tenggelamnya Kapal Motor (KM) Tampomas II di Kepulauan Masalembo.
Tragedi ini cukup mengerikan, KM Tampomas II menewaskan 143 orang dan 288 lainnya hilang.
Berikut beberapa ulasan tentang tragedi tenggelamnya KM Tampomas II yang terjadi 41 tahun yang lalu, telah kami rangkum dari berbagai sumber.
Kronologi Tenggelamnya Kapal
Pada tanggal 24 Januari 1981, KM Tampomas II berangkat dari Pelabuhan Tanjungpriok Jakarta menuju Ujung Pndang, Makassar sebagai tujuan akhirnya.
Kapal ini mengangkut 1.054 penumpang dan 82 awak, ditambah lagi dengan 191 mobil dan sekitar 200 sepeda motor serta mesin giling.
Perjalanan dijadwalkan dua hari dua malam dengan perkiraan sampai pada tanggal 26 Januari 1981.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya diluar dugaan. KM Tampomas II terbakar pada 25 Januari 1981 malam pukul 23.00 WITA, di sekitar 220 mil menuju Pelabuhan Ujung Pandang. Lebih tepatnya, sekitar perairan dekat Kepulauan Masalembo.
Kebakaran ini berawal dari beberapa bagian mesin kapal yang mengalami kebocoran bahan bakar yang kemudian memunculkan aspa dan api mulai membesar. Kebocoran ini diakibatkan oleh badai besar yang melanda perairan.
Baca Juga: SERAM! 4 Mall Paling Angker di Indonesia, Salah Satunya di Bandung
Akibatnya, kapal mengalami kemiringan menjadi 45 derajat.
Upaya Penyelamatan
Beberapa penumpang yang mengalami kepanikan ada yang memutuskan terjun ke laut. Ada juga sejumlah penumpang yang sempat diselamatkan dan dinaikan ke atas Kapal Sangihe yang segera datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
Diberitakan 566 orang berhasil diselamatkan ke atas kapal-kapal yang datang menolong.
Saat peristiwa terjadi, cuaca sedang buruk. Sehingga usaha pertolongan dan evakuasi yang dilakukan hingga Senin (26/1/1981) terhambat. Namun pada akhirnya KM Tampomas II tenggelam pada Selasa, 27 Januari 1981.
Kontributor: Shafa Maura Zahwa