SuaraSoreang.id - Di tengah kabar gugatan cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika yang hingga kini masih menjadi sorotan publik, Dedi Mulyadi mengungkap sebuah peribahasa tentang kehormatan wanita.
Bupati Purwakarta periode sebelumnya yang akrab dipaggil Kang Dedi ini memang sudah sering mengungkapkan sebuah peribahasa.
Pada kesempatan ini, Kang Dedi menjelaskan sebuah peribahasa tentang kehormatan seorang perempuan sunda.
Dalam peribahasa tersebut Dedi Mulyadi mengungkapkan kehormatan seorang wanita Sunda bagaikan sebuah kancing.
Sedangkan jika kehormatan seoarng lelaki Sunda diibaratkan dengan sebuah ikat kepala.
Tidak secara langsung Dedi Mulyadi menyebutkan pesan tersebut untuk siapa.
“Cing Caringcing Pageuh Kancing, Set Saringset Pageuh Iket” kata Kang Dedi.
Dalam peribahasa itu, Dedi Mulyadi menjelaskan jika kancing merupakan simbol feminim atau kehormatan wanita, sedangkan ikat kepala merupakan simbol kehormatan lelaki.
Kata ‘pageuh’ dalam kalimat peribahasa itu berarti erat. Jadi menurutnya, kehormatan seorang wanita harus terkancing sempurna. Jangan sampai ada benang yang lepas.
“Harus dikancingin. Gak boleh itu benangnya lepas,” ujar Dedi Mulyadi melansir dari unggahan di akun youtube Kang Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga menjelaskan, jika sebuah kancing terlepas maka adalah pertanda kehormatan diri seorang perempuan sudah hilang.
"Kalau kancingnya lepas, itu tanda sudah hilangnya kehormatan diri. Karena kancingnya sudah lepas," jelasnya.
Namun, di samping itu dia menjelaskan jika kancing terlepas masih ada dalam kaitan tidak menjadi masalah. Namun, yang menjadi masalah saat kancing itu terlepas pada pihak lain, maka dapat berbahaya.
“Tapi yang bermasalah kalau kancingnya lepas oleh tangan orang lain. Yang bukan haknya. Itu berbahaya,” ucap Dedi Mulyadi.
Peribahasa yang diungkapkan itu diartikan jika maksud kancing yang terlepas ialah kehormatan diri yang hilang jika seorang permepuan berada di dalam ikatan tangan orang lain yang tidak memiliki hak.