SuaraSoreang.id - Gugatan cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika pada Dedi Mulyadi masih tersu bergulir.
Setelah Bupati Purwakarta yang akrab disapa Ambu Anne itu menghadiri sidang gugatan cerai dua kali tanpa kehadiran sang suami. Akhirnya pada sidang ketiga di Pengadilan Agama Purwakarta, Dedi Mulyadi hadir.
Seperti diketahui sebelumnya, Ambu Anne sempat mengaku sudah tidak pernah bertemu Dedi Mulyadi sejak Mei 2022 ketika momen lebaran.
Ketika sidang gugatan cerai pertama dan kedua pun Dedi Mulyadi tak menghadirinya karena alasan pekerjaan sebagai Anggota DPR RI.
Akhirnya, pada momen sidang gugatan cerai ketiga di Pengadilan Agama Purwakarta, Dedi Mulyadi dan Ambu Anne bertemu dan sempat saling berjabat tangan.
Namun, ada fakta menarik dalam persidangan gugatan cerai kali ini. Dedi Mulyadi terpantau tidak mengenakan ikat kepala yang biasa dikenakannya.
Dedi Mulyadi pun menjelaskan alasan filosofis mengapa dirinya tak mengenakan ikat kepala yang biasa digunakannya.
Dia menjelaskan arti ikat kepala dengan filosofi Sunda.
"Artinya kita ini harus memiliki kewaspadaan, harus diiketan biar nggak kemana-mana, biar fokus, fokusnya ke hati," ujarnya dalam kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi, seperti dikutip SuaraDenpasar.id, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga: Gofar Hilman Sebut Perdamaian Lesti Kejora dan Rizky Billar karena Masa Depan Leslar Entertaiment
"Itu lambang kehormatan, lambang kepemimpinan," ucapnya.
Kemudian Dedi juga menjelaskan alasannya mengapa tidak mengenakan ikat kepala.
"Kenapa saya tidak pakai ikat? Karena bagi saya tempat itu (pengadilan agama) bukan lagi tempat yang melambangkan kehormatan," paparnya.
"Tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan tentang maskulin," kata dia.
Kedatangannya pada pengadilan agama ternyata membuat Dedi Mulyadi merasa kehilangan maskulinitasnya.
"Dengan saya datang ke situ, sebenarnya saya sudah tidak maskulin lagi," ujarnya.