SuaraSoreang.id - Seorang warga negara asing asal india Asib Ali Bhore, pria berumur 32 tahun itu nekat terbang ke Sulawesi untuk melamar sang kekasih berinisial SK di Kabupaten Wajo.
Namun lamaran tersebut ditolak, disebabkan sang kekasih mengakui telah dijodohkan dan dilamar oleh pria lain.
Asib Ali mendatangi rumah kekasihnya di Desa Rumpia Kecamatan Majoleng Wajo, namun Asib harus menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan sang kekasih tidak bisa berlanjut ke jenjang pernikahan seperti yang diharapkan.
Dilansir dari unggahan video @rendyharpy dan Kasat Intel Polres Wajo menjelaskan beberapa Fakta mengenai Asmara Pria India dan Gadis Wajo tersebut.
Asib Ali dan SK masih berstatus pacaran, keduanya menjalin hubungan pacaran virtual di sosial media.
Keduanya mengakui berkomunikasi melalui media whatsapp, selama berpacaran Asib Ali pernah mengirimkan sejumlah uang kepada SK.
Kedatangan Asib Ali ke Indonesia juga atas permintaan dari SK kekasihnya, selama berpacaran Asib Ali sudah mengirimkan uang sebanyak 9 juta.
Fakta lainnya, Gadis Wajo tersebut dijodohkan dengan pria lain, SK sudah mengutarakan kepada orang tuanya bahwa ia sudah memiliki kekasih asal India, namun tak mendapat restu dari kedua orang tuanya, sehingga orang tua SK menjodohkan dengan kerabatnya sendiri yang berprofesi sebagai Imam Masjid di Palu.
SK sempat mau kabur bersama Asib Ali usai dijodohkan oleh orang tuanya, namun upaya SK sia-sia karena Asib kala itu tak kunjung datang dari India.
Saat itu, Sk menunggu kedatangan Asib Ali di Makassar selama 10 hari, namun Asib Ali tak kunjung datang, karena kehabisan biaya di Makassar dan ungkap nyaris diperkosa, hal tersebut yang menyebabkan SK merasa ragu dan bingung terhadap keseriusan Asib Ali karena merasa ditelantarkan.
Setelah Sk kembali ke Wajo, barulah Asib Ali datang kerumahnya dengan niat untuk melamar, namun saat itu SK tak bisa lagi berbuat banyak karena lamaran tersebut ditolak oleh orang tuanya.
Orang tua Sk melarang karena keluarga mereka keturunan Syekh dan SK sendiri adalah seorang wanita yang sehari-harinya menggunakan cadar.
Asib Ali sempat menangis karena lamarannya ditolak, Asib Ali ngotot untuk menikahi SK, dia menangis saat Polres Wajo mencoba melakukan mediasi.
Asib Ali berprofesi sebagai Desainer baju dan bekerja di Arab Saudi, dia datang ke Indonesia hanya untuk melamar sang kekasih di Wajo.
Dilansir dari acara Talkshow Pagi Pagi Ambyar Asib Ali juga menuturkan bahwa ia bertemu dengan Sk di Grup Hijrah.