Tak lama ketika massa mengepung, datang bantuan dari TNI dan anggota Brimob.
Akan tetapi massa malah semakin anarkis. Mereka membakar apa saja yang ada di sekitar TKP.
Untuk menghentikan aksi massa, aparat sampai mengeluarkan tembakan peringatan, namun tak dipedulikan.
Sembilan korban yang meninggal, dilaporkan tujuh meninggal akibat luka tembak.
"Massa brutal dengan menyerang warga dengan berbagai senjata tajam dan senjata tradisional serta melempar baru hingga menyebabkan beberapa di antaranya terluka, " jelas Benny.
"Saat ini anggota masih bersiaga (di lokasi kejadian) dengan melakukan patroli guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Benny dikutip dari Antara.
Nama 17 korban luka-luka:
1. Penias Wenda (21), laki-laki, luka tembak paha kiri, anak sekolah SMA YPPGI Wamena.
2. Gidion Mosip (18), laki-laki luka tembak di ketiak, Siswa SMK Yapis Wamena.
3. Ekimo Lengka (21), laki-laki, luka tembak di bagian belakang.
4. Eningga Wenda (27), petani, luka tembak di bagian paha tembus di punggung.
5. Irnius Wakerwa (20), petani, laki-laki, luka tembak di tangan kiri, kaki kanan.
6. Yeis Wenda (18), laki-laki, luka tembak di bagian betis kanan.
7. Ateko Wenda, laki-laki, luka tembak kaki bagian kiri.
8. FY (13), laki-laki, SD kelas Enam, luka tembak di telapak tangan di bagian kiri.