SuaraSoreng.id - Hubungan suami istri tidak boleh dilakukan sembarangan dalam ajaran agama Islam, ada hukum yang mengatur bagaimana adab berhubungan suami istri yang baik dan benar.
1. Membaca doa
Diharuskan membaca doa sebelum berhubungan suami istri, terutama dari suami. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam Hadist shahih Riwayat Muslim:
"Jika seseorang dari kalian ingin menggauli istrinya, dia harusnya membaca Bismillah dengan nama Allah, Ya Allah jauhkan lah kami dari syaiton, dan jauhkan lah syaiton dari apa yang Engkau Karuniakan kepada kami" terang Ustadz Khalid Basalamah.
Maksud dari hadist ini mengungkap tentang kenikmatan seks agar terhindar dari campur tangan syaiton, Nabi SAW juga bersabda:
"Dan barang siapa yang mengamalkan doa ini ketika memiliki anak atau istrinya sedang hamil, maka syaiton tidak akan membahayakan anak tersebut terang Ulama Hadist ( Tidak akan jadi nakal).
2. Memulai dengan cumbuan
Berdasarkan hadist shahih, dimana Nabi SAW mengatakan :
"Bukan golongan kami yang tidak mencumbui sebelum bersetubuh" terang Ustadz Khalid Basalamah.
Mencumbui pasangan sebelum berhubungan suami istri merupakan ibadah yang harus dikerjakan, agar mendapat kenikmatan dan pahala dari Allah SWT.
3. Tidak boleh menggauli istri dari dubur
Suami tidak boleh menggauli istri melalui dubur, dan diharamkan juga untuk menggauli istri saat dalam kondisi haid dan nifas.
Baca Juga: Bosan saat Berhubungan Suami Istri? Ustadz Khalid Basalamah Sarankan Hal Ini
Sesuai dengan sabda Nabi SAW Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Annasa'i:
"Terlaknat, (diangkat berkah hidupnya) siapapun yang menggauli istrinya melalui dubur" terang Ustadz Khalid Basalamah.
Jika dilakukan melalui dubur, dikhawatirkan mudah tertular penyakit seperti HIV, penyakit HIV berasal dari kelamin laki-laki yang tersentuh melalui dubur.
Dalam hadist yang lain kata Nabi SAW:
"Allah tidak melihat siapa pun suami yang menggauli istri dari duburnya" (Hadist Shahi Riwayat Ahmad dan Ibnu Majjah)
Hadist shahih lainnya Riwayat Tirmidzi dan Abu Daud:
"Barang siapa yang menggauli istrinya saat sedang haid, atau dari duburnya, juga mendatangi dan mempercayai kepada dukun, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad" terang Ustadz Khalid Basalamah.
Sumber: Youtbe SAP Channel