SUARA SOREANG – Sebagai agama yang sempurna, semua syariat dan hukum dalam kehidupan manusia sudah tercantum lengkap di Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Nabi Muhammad.
Islam memiliki syariatnya sendiri dalam bertakziah. Takziah menurut Ustadz Khalid Basalamah merupakan meringankan kesedihan orang yang baru ditinggal mati keluarganya.
“Kenapa banyak orang ketika takziah itu baca yasin, baca tahlilan, kenapa mereka baca itu di acara kematian, karena mereka anggap ini untuk orang matinya. Ini pemahaman yang keliru,” jelas Ustadz Khalid Basalamah.
Perlu dipahami bahwa orang bertakziah itu untuk keluarga mayit, bukan untuk mayit itu sendiri. Lalu berapa hari takziah itu dilaksanakan menurut syariat Nabi Muhammad SAW?
Ketika ada orang wafat, maka dianjurkan bertakziah kepada keluarganya selama tiga hari. Kita dianjurkan datang dengan membawa makanan, minuman, kemudian datang selama tiga hari dan mendoakan, menyabarkan keluarga mendiang dengan kalimat-kalimat yang baik.
“Yang mati ini setiap saat kita doain, bukan di hari itu. Ini tiga hari ini kita datang ke rumah orang yang sedih untuk keluarganya yang sedih,” ucap Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan.
Waktu Ja’far bin Abi Tholib, saudara kandungnya Ali bin Abi Thalib meninggal di perang lalu mati syahid. Rasulullah SAW berkata kepada penduduk Madinah “Buatkanlah makanan dan minuman untuk keluarga Ja’far, karena mereka sedang tertimpa apa yang tidak menimpa kalian.”
“Jadi untuk si mayit itu gada hari ke-7, gak ada hari ke-40, gak ada semuanya, ini mengikuti cara-cara dari Nasrani,” jelas Ustadz Khalid Basalamah.
Lalu apa yang harus dilakukan untuk si mayit?
Baca Juga: AG Menangis Saat Bacakan Nota Pembelaan di Sidang Kasus David Ozora, Apa Isinya?
Ustadz Khalid lebih lanjut menjelaskan, untuk mayit, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir di setiap saat dan bersedekah atas nama mayit tersebut yang sifatnya amal jariyah.
“Perbanyak amal buat dia, beristighfar setiap saat, bersedekah disumbang atas nama mayit, sumbang quran atas namanya, apapun yang bersifat amal jariyah,” jawab Ustadz Khalid.(*)
Sumber: YouTube/Calon ulama