"Halamannya luas itu. Setiap bulan itu saya pindah-pindah. Satu rumahnya 4 lantai."
"Dan kesemua rumahnnya 4 lantai. Jadi bisa dibayangkan harus membersihkan tiga rumah empat lantai."
Diakui Dian majikannya tersebut memiliki sifat yang sangat baik. Semua kebutuhannya dipenuhi, hanya saja TKI perempuan ini tidak sanggup jika kondisi fisiknya terus terkuras.
"Majikan itu baiknya Masya Allah, baik sekali. Mereka itu tidak membiarkan saya mengeluarkan uang untuk makan," katanya.
"Segala kebutuhan saya itu dipenuhi," ungkap Dian. "Kenapa saya pindah, karena saya capek pindah-pindah majikan. Capek bersihin rumahnya," sambung Dian.
Kini TKI perempuan ini telah memiliki majikan baru. Ia bekerja menjaga seorang lansia berjenis kelamin laki-laki yang sering ya panggilan Mbah.
"Konten saya kali ini bukan bermaksud untuk membandingkan antara majikan yang lama atau majikan yang baru, bukan," ujar Dian.
"Saya sekedar sharing atau bercerita tentang pengalaman saya bekerja di Taiwan," sambung Dian. (*)