SUARA SOREANG - Kisah TKW Hongkong, salah bergaul gara-gara ingin cepat kaya hingga halalkan segala cara, pria idaman di Taiwan pergi, ibu di kampung meninggal.
Satu cerita miris kembali diungkap oleh sesama TKW di negeri orang. Seroang wanita yang meminta identitasnya disembunyikan, memberi pengakuan begitu memilukan.
Dia akhirnya seolah dipaksa keadaan untuk berpisah dari pria Taiwan yang sudah jatuh kepelukannya.
Kemudian harta selama kerja sebagai TKW raib hanya dalam hitungan super kilat. Bukan itu saja, kabar duka didapat.
Ibu yang melahirkannya dikabarkan meninggal dunia. TKW tersebut hanya diam dan pasrah. Masalah bertubi-tubi dialaminya tanpa bisa tahu apa yang harus dilakukan.
Berikut adalah sepenggal cerita TKW Hongkong seperti dikutip soreang.suara.com dikutip dari kanal Yuni TKW Hong Kong@CURHATAN BMI berjudul s3nd1k2t lagi dan lagi yang dipublis enam hari lalu, dan sudah dilihat 9,2 ribu.
Dalam deskripsi vidoe disebutkan jika pengakuan adalah kisah nyata dan hanya untuk dijadikan pelajaran.
"Konten ini berisi tentang kisah-kisah dan keluh kesah tentang TKW Hongkong yang kita naikkan ke dalam konten agar kita semua bisa belajar dari kasus kasus yg terjadi di antara TKW Hongkong.Terus belajar dan tetap semangat."
TKW di Hongkong yang tidak menyebutkan namanya bercerita pada wanita yang akrab disapa Miss Yuni.
Baca Juga: TKW Dihamili Pria Lain di Hongkong, Suami di Indonesia Kena Getahnya?
Awalnya dia mengaku mendapat cerita dari temannya di Hongkong yang seolah-olah seperti hilang kesadaran, lalu ditipu.
"Teman-teman itu cerita ini ini pundaknya, terus dia langsung bisa ketipu. Gitu, kan ada tu miss banyak kan teman-teman yang di Hongkong itu kan," katanya seperti dikutip pada Selasa (18/4/2023).
"Nah awalnya saya ketemu sama satu temen. Terus satu waktu itu saya masih di Central di Central di atas saya apartemennya."
"Terus kita ketemu di Teng-Teng kan. Mungkin kalau kenalan sama temen itu udah hampir 3 bulanan lah."
"Nah terus saya cerita dengan apa kondisi saya. Sebelum cerita saya lah."
"Nah terus saya bilang ke temen saya. Saya kayaknya udah capek gitu. Pengen, maksudnya pengen dapat duit dengan mudah."
"Tapi saya nggak mau yang kayak ngejual diri, atau apa. Karena saya pengen lurus gitu."
"Terus temen saya bilang oh join aja invest gitu. Nah karena saking polosnya Miss, saya nggak tahu invest itu apa.
"Akhirnya pas hari Minggu karena libur saya ikut di teman. Saya ini akhirnya ketemu salah satu orang lagi lah di kantornya Mezzo waktu itu di Simsat Coy kalau gak salah."
"Waktu itu terus dikenalin sama Mbak ini. Nggak lama, Miss sehari aja udah kayaknya oke."
"Minggu depannya saya di apain gitu, pokoknya ini sama si ininya teman saya itu diajak ambil uang di dua bank sekaligus coba."
"Dan saya nurutin semua apa yang dia katakan. Kalau saya pikir-pikir sekarang itu, ya Allah."
"Karena mungkin saya kan dikasih waktu itu sama Allah lagi carut-marut lah. Karena saya kan sebelum ke Hongkong, dulu ke Taiwan."
"Terus saya nikah sama orang Taiwan. Terus saya cerai, karena mertua saya nuduh saya. Saya dibilaing nikah cuma mau uang suami gitu."
"Makanya saya pulang dari Taiwan. Saya membuktikan. Pertama karena mertua mau saya jadi budak. Saya nggak mau."
"Kedua mereka nuduh saya mau ambil uang suami. Nah dari situ panasnya. Itu loh Miss (Yuni) jadi saya kayak ngerasa, Ya Allah saya mutusin balik lagi ke Hongkong."
"Saya pengen cepet-cepet dapet uang banyak waktu itu. Memang saya lagi bener-bener polos."
"Saya baru sadar kalau sesuatu yang too good to be true Itu nggak mungkin mustahil."
"Karena mereka kan menarik teman saya ini. Dia yang bener-bener kayak uh (sukses)."
"Ini sebulan bisa dapat. Sini kita naruh segini, bisa dapat segini. Saya masih ingat naruh duit itu mungkin sekitar Rp80 juta waktu itu tahun 2016-an aku nggak tahu kalau kalau sekarang."
"Nah setelah enggak lama berjalan 3 bulan. Geger Maezzo itu cuman muterin duitnya orang. Diputer-puter gitu. Akhirnya setelah itu saya baru kesadar. Ini bener-bener saya hancur. Sangat-sangat. Intinya saya habis sama suami, terus cerai, terus ini dapat lagi kayak ketumpuk-tumpuk-tumpuk-tumpuk, ibu saya meninggal," katanya. (*)