SUARA SOREANG - Krisis dalam rumah tangga antara Inara Rusli dan Virgoun semakin memanas ketika Inara mengungkapkan perselingkuhan suaminya di media sosial.
Namun, yang mengejutkan publik adalah kini Inara sendiri yang menghadapi gugatan cerai.
Sebelumnya, Inara Rusli telah membeberkan bukti perselingkuhan Virgoun dengan wanita lain melalui akun media sosialnya.
Dia juga menyinggung bahwa suaminya mungkin memiliki kelainan mental NPD (Narcissistic Personality Disorder), yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa ia berselingkuh.
Setelah kecurangan Virgoun terbongkar, Inara tidak ragu untuk mengungkapkan perilaku buruk suaminya selama ini kepada publik melalui unggahan di Instagram Stories-nya.
Dalam percakapan di saluran YouTube dr. Richard Lee, Inara menjelaskan alasan mengapa ia tak lagi bisa mentolerir kelakuan Virgoun.
Ibu tiga anak ini mengatakan bahwa Virgoun sering kali berbohong dan memutarbalikkan fakta kepada orang di sekitarnya.
Hal ini menyebabkan Inara seringkali disalahpahami dan dipandang buruk oleh orang-orang di sekitar Virgoun, meskipun semua itu tidak sesuai dengan kenyataan.
Selain itu, Inara juga mengakui bahwa Virgoun tidak pernah mau mengakui kesalahannya kecuali ketika ia merasa terpojok.
Baca Juga: Sah Nikah dengan Molen, Mahar Pernikahan Enzy Storia 205 Dolar AS dan Uang 2 Ribuan
Sambil berkaca-kaca, Inara mengaku merasa sangat lelah karena berulang kali harus membuat Virgoun menyadari kesalahannya tersebut.
“Kok orang ini berkali-kali harus ditunjukin fakta di depan muka dia, baru dia nunduk minta maaf. Kan aku capek gitu kenapa kok gak diakui dari awal aja,” tuturnya.
Selain itu, terkait dengan sifat narsistiknya, Inara mengatakan bahwa Virgoun juga pribadi yang manifpulatif.
“Memanipulasi dan cari suaka sana sini, aku capek banget,” tutur Inara.
Terkait isu perselingkuhan suaminya, Inara menegaskan bahwa itu bukanlah berita palsu.
Menurut Inara, dirinya memiliki bukti valid mengenai perselingkuhan Virgoun dengan wanita yang diduga Tenri Anisa dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.