SUARA SOREANG - Harapan Rendy Kjaernett untuk menyelamatkan rumah tangganya dengan Lady Nayoan nampaknya sukar diwujudkan.
Lady Nayoan tetap teguh pada keputusannya untuk bercerai, meskipun Rendy Kjaernett telah berulang kali meminta maaf atas perselingkuhannya dengan Syahnaz.
Permintaan maaf Rendy bahkan diiringi janji untuk menghapus tato wajah Syahnaz di punggungnya, namun bagi Lady, semua itu tidak bisa menghapus rasa sakit yang telah ia alami.
Meskipun Lady Nayoan bersedia mengikuti sidang mediasi, ia menegaskan bahwa tujuan kedatangannya bukan untuk berdamai dengan Rendy, melainkan untuk menghormati prosedur pengadilan.
"Jawaban saya masih sama dengan tujuan saya walaupun saya hormati keinginan hakimnya untuk mediasi. Saya bicara itu tadi," kata Lady Nayoan di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, dikutip Kamis (20/7/2023)
Bagi Lady, permintaan maaf yang disampaikan Rendy tidaklah cukup karena perbuatan perselingkuhannya telah sangat menyakitkan hatinya.
Lady mengaku kecewa karena awalnya mengira proses perceraian akan berjalan cepat dengan hanya satu atau dua kali sidang mediasi.
Nyatanya, prosedur perceraian memerlukan waktu yang lebih lama dari yang ia perkirakan, membuatnya bingung dan merasa kesulitan.
Dalam proses ini, Lady Nayoan tetap teguh pada tujuannya untuk bercerai dari Rendy Kjaernett.
Baca Juga: Perluas Pangsa Pasar, Bhinneka Life Resmikan Kantor Pemasaran Barunya di Kota Medan
Meskipun mediasi dilakukan, Lady tetap mantap dengan keputusannya dan ingin segera menyelesaikan proses perceraian ini meskipun terasa cukup alot.
Bagi Lady Nayoan, rasa sakit akibat perselingkuhan Rendy tidak bisa diobati dengan sekadar permintaan maaf, dan dia yakin bahwa jalan terbaik adalah untuk berpisah dan melanjutkan hidupnya tanpa Rendy Kjaernett di sisinya.
"Dari awal udah ada, tapi maaf aja kan gak cukup ya," ungkap Lady Nayoan. (*)