SUARASOREANG - Maudy Ayunda tengah menjadi topik hangat di sosial media.
Hal ini berawal dari dirinya yang mengungkap keinginan untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Dilansir dari suara.com, menurut Maudy Ayunda sekolah di Indonesia perlu menerapkan assessment dalam bentuk open ended question.
Diprediksi bahwa hal tersebut akan jauh lebih baik dibandingkan multiple choice atau pilihan ganda karena yang dinilai bentuk berfikir kritis dan analisisnya.
Alih-alih mendapat persetujuan, muncul beberapa kritikan dari orang-orang yang tidak setuju dengan keinginan Maudy Ayunda tersebut.
Tak hanya kalangan biasa, para guru turut bersuara dan menyangkal bahwa hal ini tidak akan klop, secara Maudy Ayunda tidak pernah belajar di sekolah negeri di Indonesia.
![Akun centang biru beri kritik Maudy Ayunda [Tiktok @inf.gemini]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2023/09/17/1-f2e0af99-71dc-4d71-b49d-0f6f93e2a59b.jpg)
Beberapa akun Twitter centang biru turut memberikan pandangan dan kritikan atas keinginan dari Maudy Ayunda untuk menjadi Menteri Pendidikan.
Hal ini diragukan karena penerapan sistemnya. Secara, perbedaaan sistem pendidikan di Indonesia dan luar negeri sangat jauh sekali, butuh penyesuaian dan pemetaan yang cocok.
"Gagasannya sih bagus tapi terlalu jauh sih, yang lebih penting sekarang tuh pemerataan pendidikan di daerah pelosok trus sama gaji guru" tulis @zonarandom.
Baca Juga: Maudy Ayunda Sebut Akan Hapus Ujian Pilihan Ganda jika Menjadi Menteri Pendidikan
"Mungkin lebih tepatnya cari jalan tengah kali ya biar pendidikan ga jomplang yang bawah kena yang atas kena" tulis @muhfaay.
"Gagasan bagus tapi ga relatable kalo di Indo, emang sih beliau ini harusnya rasain dulu gimana pendidikan di Indo setidaknya kalo pun mau nerapin di Indo ya gak sekaligus pake sistem sekolah di luar negeri" tulis @pernahberjuang_