SUARASOREANG - Keputusan Mahkamah Agung (MA) mengenai pernikahan beda agama menuai pro dan kontra.
Bagi sebagian mereka, larangan tersebut memberikan batasan kemanusiaan dan landasan dari cinta itu sendiri.
Dilansir dari program Q&A Metro TV, Budayawan Sujiwo Tejo turut mempertanyakan alasan pernikahan beda agama dilarang di Indonesia.
Sujiwo Tejo memberikan analogi serupa ini.
"Karena bagi saya cinta lebih besar dari keyakinan, dan saya berprinsip bahwa alam semesta ini diciptakan atas nama cinta" ungkap Sujiwo Tejo pada Senin 25 September 2023.
Sujiwo Tejo turut memberikan pandangan bahwa dengan adanya larangan pernikahan beda agama, akan berdampak pada perlindungan hak kemanusiaan.
"Gimana kalau ada orang yang bunuh diri karena cinta, dan gak karena diakui" tanya Sujiwo Tejo.
Menanggapi pertanyaan dari Sujiwo Tejo, Ustadz Das'ad Latief memberikan jawaban singkat dan jelas.
"Kalau dia betul cinta beneran, mestinya dia ikut agamanya orang yang dicintai" jawab Ustadz Das'ad Latif.
Baca Juga: Rizky Febian dan Mahalini Resmi Bertunangan, Nikah Beda Agama Menurut Buya Yahya: Jangan Main-main
Dalam unggahan tersebut terlihat Sujiwo Tejo langsung terdiam, dan sesaat kemudian dia memberikan respon dengan kata "oke".
![Ustadz Das'ad Latif [Tiktok @metrotv]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2023/09/26/1-590a5d29-f2e3-4a0c-9891-934e3c186be6.jpg)
Menurut Ustadz Das'ad Latif, tujuan hidup adalah mencari ridho tuhan, bagi orang beriman agama dan cinta hanyalah sementara.
Ia mempertegas, pernikahan beda agama tetap tak bisa dilakukan karena aturan agama.
"Udah nemu Countenrya Sujiwo Tejo" komentar xxx.
"Jawaban satu kata, tapi salut sama Sujiwo Tejo, langsung bilang oke tanpa embel-embel " komentar xxx.
"Baru dijawab pake akal, belum pake dalil" komentar xxx.