Kisah Stefer Rahardian, Petarung MMA Indonesia dengan Rekor Hebat

Arsito Hidayatullah

Rabu, 10 Januari 2018 | 05:27 WIB
Kisah Stefer Rahardian, Petarung MMA Indonesia dengan Rekor Hebat
Stefer Rahardian, petarung MMA berbakat asal Indonesia. [Dok. ONE Championship]

Suara.com - Stefer Rahardian adalah bintang bela diri campuran (mixed martial arts/MMA) kelas terbang asal Indonesia yang kini tengah bersinar. Tak terkalahkan dengan rekor profesional hebat 7-0, Rahardian diyakini berpotensi menjadi atlet bela diri terbaik yang pernah ada dari Indonesia.

Tapi siapa sangka, tidak mudah bagi Rahardian untuk bisa sampai pada posisinya sekarang, di mana ia siap menembus lapisan atas dunia di divisi kelas terbang ONE Championship yang antara lain ditempati Geje "Gravity" Eustaquio, Danny Kingad, Kairat "The Kazakh" Akhmetov, Reece "Lightning" McLaren, hingga ONE Flyweight World Champion Adriano "Mikinho" Moraes. Tidak saja butuh kerja keras dan keuletan, Rahardian bahkan sempat melalui berbagai rintangan dan masalah dalam hidup yang sempat membuatnya terpuruk.

Menjalani kehidupan di gang-gang sempit di lingkungan Jakarta Pusat, di mana ia tinggal sejak berusia lima tahun, Rahardian kecil saat itu kerap dipanggil "Eppen" oleh anak-anak seusianya. Itu adalah kata singkat dari nama depannya.

"Itu merupakan lingkungan yang cukup keras saat saya beranjak dewasa," cerita Rahardian, sebagaimana dikutip dalam rilis ONE Championship baru-baru ini. "Para lelaki kerap mabuk di depan pintu rumah Anda. Juga ada obat-obatan dan geng. Saat ini (sudah) berdiri rumah-rumah bagus di sini, dan lebih aman," sambungnya.

Berbagai kesulitan seakan sudah harus menjadi bagian dari kehidupan Rahardian saat itu. Pertama, kedua orangtuanya harus berpisah 20 tahun yang lalu. Kemudian kematian kakaknya mengikuti setelahnya. Hal itu pun masih belum cukup traumatis bagi Rahardian, karena setiap harinya ia juga harus mengalami intimidasi dari kelompok anak-anak nakal, bahkan teman sekolahnya sendiri.

Namun meski berbadan kecil, Rahardian akhirnya tak tahan juga hingga kemudian memutuskan untuk membela diri. Menantang berkelahi adalah solusinya saat itu, di mana meski melelahkan dan kemudian dipisahkan oleh guru, ternyata berhasil membuat aksi intimidasi terhadapnya berakhir dan anak-anak "preman" itu tak pernah mengganggunya lagi.

Tapi, bukan perkelahian di sekolah itu yang mengilhami Rahardian untuk kemudian memilih menekuni bela diri. Adalah ketika seorang sahabat mengundangnya ke kelas Brazilian Jiu-Jitsu pada tahun 2008, ia lantas seakan tersengat oleh "racun" bela diri.

Bela diri pun kemudian ia tekuni dengan penuh semangat. Bahkan meski harus bekerja delapan jam sebagai office boy, lalu menembus jam sibuk di Jakarta hanya untuk berlatih selama dua jam setiap hari, menghabiskan sebagian besar gaji untuk membayar pelatih, ia tak peduli dan tetap tekun.

"Di turnamen pertama saya, saya mengalami kekalahan. Yang kedua, juga kalah. Namun saya tak mau menyerah. Saya pikir hanya perlu menang sekali. Saya hanya ingin mengetahui bahwa saya tidak membuang waktu saya," ujarnya.

"Di turnamen keempat, saya berada di posisi kedua. Itulah saatnya saya mulai ketagihan memenangkan medali," tambahnya.


Aksi Stefer Rahardian, petarung MMA berbakat asal Indonesia. [Dok. ONE Championship]

Namun, tak lama kemudian, bencana harus dialaminya saat latihan di tahun 2011. Saat itu, partner latihan Rahardian membuatnya terjatuh hingga merobek ACL di lutut kanannya. Mimpinya, begitu juga pekerjaan sehari-harinya, lantas harus bergantung pada tabungannya, karena biaya operasi mencapai lebih dari US$3.700 (sekitar Rp34 juta kurs saat itu).

"Saya perlu menyembuhkannya, namun tak memiliki uang," kenangnya muram.

Menemukan Kesempatan Kedua

Beruntung, gym tempat Rahardian berlatih mau meminjamkannya uang yang dapat dikembalikan melalui penghasilannya saat kembali bekerja. Rahardian pun lantas melakukan operasi di Surabaya, jauh dari rumahnya di Jakarta, demi memangkas biaya.

Sayangnya, seakan sudah menjadi takdir, operasi itu ternyata gagal. Setahun dalam masa pemulihan, sekrup yang digunakan dalam prosedur operasi ternyata terlepas, dan seakan melayang di dalam lututnya.

Kesialan ini lantas memaksa Rahardian lebih banyak lagi meminjam uang, demi membayar dokter lain dan melakukan operasi lagi pada lututnya yang cedera. Yang lebih buruk dari situasi itu adalah banyaknya orang yang kehilangan kepercayaan padanya, meragukan bahwa dia dapat kembali ke jalur yang benar dalam karir bela dirinya.

"Tak ada yang mau berlatih dengan saya," tutur Rahardian. "Mereka semua berpikir saya sudah berakhir," ujarnya.

Hingga kemudian, keberuntungan datang menyapa Rahardian saat berjumpa Andrew Leone di tahun 2013. Petarung ONE Bantamweight World Championship masa depan itu pun menunjukkan kemampuan Muay Thai dan Jiu-Jitsu-nya di Jakarta Muay Thai MMA.

Rahardian sepertinya kemudian sangat cocok bekerja dengan orang Amerika itu. Dan sejak saat itu, keduanya pun berlatih bersama.

"Saya tak ingin mengecewakan Andrew (Leone), sehingga saya memberikan 100 persen komitmen. Saya kira ia mempercayai saya," ungkap Rahardian.

Berkat kepercayaan yang tinggi di antara keduanya, Rahardian pun lantas mengikuti jejak temannya itu untuk masuk ke ring yang sama, hingga mendapatkan kesuksesan yang juga sama. Melakukan debut profesionalnya di tahun 2015, Rahardian sukses mendapatkan kemenangan cepat, hingga kemudian melompat ke ONE Championship yang telah ditunggu-tunggunya.

Lalu di bulan Agustus 2016, segera setelah bergabung, Rahardian pun mengalahkan sepasang lawannya dengan jurus rear-naked choke hanya dalam dua menit untuk memenangi ONE Flyweight Indonesian Tournament Championship. Dia lantas meneruskan kemenangannya di tahun-tahun selanjutnya, sebelum terakhir merebut kemenangan terbaiknya pada September 2017 lalu di partai pendukung pemuncak dalam ONE: Total Victory, mengalahkan petarung Kamboja, Sim Bunsrun.


Aksi Stefer Rahardian, petarung MMA berbakat asal Indonesia. [Dok. ONE Championship]

Sekarang, saat ia berjalan melintasi gang-gang sempit di lingkungan Jakarta Pusat, Rahardian selalu mengingat banyak hal yang telah hadir di dalam kehidupannya.

"Saya rasa ini adalah kunci utama yang membuka pikiran saya untuk berpikir 'out of the box' dan menjadi diri saya saat ini sekarang," tuturnya.

Kini, Rahardian pun telah siap untuk pertarungan selanjutnya melawan petarung Pakistan, Muhammad "The Spider" Imran, dalam laga pendukung ONE: Kings of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), pada 20 Januari 2018 mendatang. Dan meski tak ingin mendahului apa yang masih menghadang di depannya, Rahardian punya keyakinan bahwa suatu saat sabuk gelar juara ONE Flyweight World Championship akan terlingkar di pinggangnya.

"Saya tak ingin terburu-buru. Akan selalu ada momen yang tepat. Setiap pertarungan adalah sebuah pembelajaran. Kami sebagai atlet bela diri mendapatkan ilmu yang berharga setiap saat kami berlatih dan melangkah ke dalam pertarungan," terangnya.

"Saya adalah atlet bela diri yang selalu berharap dapat memberikan Anda hiburan terbaik dan pertunjukan terbaik yang pernah ditonton di atas ring. Saya hanya ingin menikmati setiap momen yang ada, dan sabuk itu akan menjadi milik saya suatu saat nanti," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

ONE Championship Hadirkan Tarung Juara Perdana Atlet Perempuan

ONE Championship Hadirkan Tarung Juara Perdana Atlet Perempuan

Sport | Selasa, 09 Januari 2018 | 20:52 WIB

Ikuti Jejak Mayweather, Pacquiao Ajak Duel Bintang MMA Ini

Ikuti Jejak Mayweather, Pacquiao Ajak Duel Bintang MMA Ini

News | Sabtu, 09 Desember 2017 | 18:31 WIB

Lebih Sehat dengan Mixed Martial Arts

Lebih Sehat dengan Mixed Martial Arts

Lifestyle | Senin, 17 Juli 2017 | 23:27 WIB

Terkini

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

×