Stoffel Vandoorne (McLaren)

Foto: Stoffel Vandoorne, lajang Belgia pengganti Jenson Button [AFP]
Tersungkur dari posisi Top 10 di GP Monaco membuatnya meyakini bahwa ia dikorbankan tim untuk mendongkrak performa rekannya satu tim, Fernando Alonso.
Menurut lajang asal Belgia itu, seharusnya ia dan Alonso sudah masuk pit lima lap lebih cepat agar tidak kehilangan waktu.
Lewis Hamilton (Mercedes)
![Lewis Hamilton [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2016/02/04/o_1aal6t7ku1e3p4i011o91b771jda.jpg)
Foto: Lewis Hamilton, penyandang empat kali juara dunia F1 [Shutterstock]
Ada salah satu cuitan driver asal Inggris ini di Twitter yang menyiratkan ia bosan dengan sirkuit di Monaco dan bersyukur sudah mampu menyelesaikan tugasnya di lapangan.
Dari hasil Minggu kemarin (27/05/2018) Hamilton mesti puas di tempat ketiga setelah diasapi Sebastian Vettel (Ferrari) dan Daniel Ricciardo (Red Bull).
Carlos Sainz Jr., (Renault)
![Pebalap F1 dari tim Renault, Carlos Sainz Jr (kanan) berfoto bersama penggemar jelang balapan GP Australia, Minggu (25/3/2018). [AFP/William West]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/04/06/29613-carlos-sainz-jr.jpg)
Foto: Carlos Sainz Jr (kanan) berfoto bersama penggemar [AFP/William West]
Putra pereli kenamaan dunia Carlos Sainz Sr., ini menyebutkan bahwa berada di posisi ke-10 dalam perebutan gelar juara GP F1 Monaco 2018 adalah sangat pahit, di luar balapannya sendiri yang disebutnya penuh petaka.
Secara teknis ia menyebutkan kondisi seputar penggantian ban, dengan bagian depan cenderung menipis dengan cepat. Sekaligus menegaskan bahwa ketidakberhasilannya sama sekali bukan situasi team order.