Samai Rekor Schumacher, Hamilton Malah Puji Kimi

RR Ukirsari Manggalani
Samai Rekor Schumacher, Hamilton Malah Puji Kimi
Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton di Sirkuit Baku, Minggu (29/4/2018) [AFP/Andrej Isakovic]

Driver Inggris ini menang unofficial menyabet gelar terbanyak di sirkuit paling beragam.

Suara.com - Kemenangan Lewis Hamilton (Mercedes) di Formula One (F1)  GP Perancis 2018 telah menorehkan prestasi baru. Yaitu menyamai rekor jawara dunia tujuh kali, Michael Schumacher, di kategori memenangi balap paling banyak di berbagai sirkuit (most various circuits champion).

Sirkuit mana yang menjadi lokasi terbaru dalam daftar Hamilton untuk dikukuhkan setara Schumi (nama panggilan Michael Schumacher)? Tentu saja jawabnya adalah Sirkuit Paul Ricard, Le Castellet, di Perancis.

Keberhasilan lajang asal Inggris ini sekaligus menjadi sebuah tonggak sejarah bahwa driver zaman now sudah beraksi di trek yang dahulu hanya menjadi porsi balapan driver zaman old. Ini mengingat Sirkuit Paul Ricard sendiri sudah absen dari kalender F1 sepanjang 28 tahun.

Di eranya sendiri, Schumi adalah driver jet darat yang berada di masa transisi antara driver zaman old seperti angkatan Ayrton Senna dan Damon Hill, menuju ke angkatan seusia dirinya serta lebih muda (kelahiran kurun 1969 – 1975), seperti Rubens Barrichello, David Coulthard, Jacques Villeneuve, dan yang lebih muda, seperti Kimi Raikkonen dan Fernando Alonso.

Uniknya, mesti menyamakan kedudukan dengan Schumi di bidang kemenangan dengan sirkuit paling beragam, Hamilton justru menyebut nama Kimi Raikkonen sebagai driver yang  ia idolakan, selain driver legendaris Ayrton Senna.

“Wah, saya tidak menyangka, bila bisa disejajarkan dengan Schumi,” komentar Hamilton. “Saat ini saya malahan sedang berpikir, apakah Kimi tahu, bahwa saat saya kecil, cita-cita setelah besar nanti adalah ingin ke F1 serta bertarung melawan dia.”

Menyebutkan dirinya dibesarkan dalam era di mana video-video balap Senna bertebaran di ruang tamu kediaman orangtuanya, Hamilton kerap bermain Playstation F1 games dengan memasang Kimi sebagai jagoan.

“Tak pernah sekalipun saya memasang nama Juan Pablo Montoya (driver asal Kolombia, dahulu berkiprah di F1 dan kini ke IndyCar). Selalu memilih Kimi Raikkonen dan ingin selalu menang, sampai agak-agak gila bila bermain,” kenangnya tentang pengalaman bermain games sejak usia 13 tahun, seperti dilansir harian Express, Inggris.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS