David Jacobs : Lawan Bullying dengan Prestasi

RR Ukirsari Manggalani, Arief Apriadi

Kamis, 20 September 2018 | 10:30 WIB
David Jacobs : Lawan Bullying dengan Prestasi
Presiden Joko Widodo bermain tenis meja dengan atlet saat mengunjungi Pelatnas atlet Asian Para Games 2018 di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (15/9). Kunjungan ini untuk mengetahui kesiapan sekaligus memberi motivasi atlet peserta Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta Oktober mendatang. David Jacobs berada di kiri Presiden [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha].

Suara.com - Tak ada satupun insan di dunia yang menginginkan lahir dengan kondisi fisik tak sempurna, tak terkecuali bagi Dian David Michael Jacobs, paralympian tenis meja Indonesia.

Terlahir dengan cacat fisik di bagian tangan kanan, David kecil harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya berbeda dengan orang lain.

Lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, David yang berdarah Ambon tumbuh besar di kota Batang, Jawa Tengah. Kecintaannya pada tenis meja mulai tumbuh saat menginjak usia 10 tahun.

Dari berawal hanya iseng dan coba-coba, kala bermain dengan kakak dan tetangganya, David akhirnya mulai serius menekuni tenis meja. Tak merasa minder, dirinya tak segan bersaing dengan para atlet normal di klubnya dahulu.

"Orang tua saya melihat saya punya bakat di tenis meja. Dengan kondisi tangan kanan saya yang berukuran kecil sejak lahir, saya main tenis meja menggunakan tangan kiri dengan orang-orang normal," kata David Jacobs saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dipandang Sebelah Mata, Melawan dengan Prestasi

Karir David di pentas tenis meja dunia dimulai dengan tenis meja normal, bukan disabilitas. Berbagai prestasi mampu ditorehkannya meski secara fisik memiliki kekurangan.

Malang-melintang di dunia tenis meja sejak usia belia, David akhirnya menuai hasil manis saat mampu menjadi kampiun Kejuaraan Nasional  2000. Lebih hebatnya, David mengalahkan seluruh atlet yang memiliki kondisi fisik sempurna.

"Saat itu saya mengalahkan pemain terbaik Indonesia yang bertubuh normal," ujar David mengenang.

baca juga

Sebelum menjadi juara Nasional pada 2000 itu, David mengaku banyak pihak yang memandang dirinya sebelah mata. Segala prestasi dan kemampuan yang ditunjukkannya tak dianggap, hanya karena tak sempurnanya kondisi fisik David.

"Sebelum itu saya sudah bermain bagus, akan tetapi mungkin orang-orang melihat tangan saya kecil sebelah jadi tidak percaya. Namun setelah juara (Nasional), mau tak mau mereka akhirnya memanggil saya masuk Timnas Indonesia," ujar David.

Sejak saat itu, prestasi David terus mengalir. Pria kelahiran 21 Juni 1977 ini menjadi "raja" meski hanya di pentas-pentas Asia Tenggara.

Namun, seperti kebanyakan penyandang disabilitas lainnya, David mengaku kerap kali mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat membela timnas tenis meja Indonesia.

Sebagai manusia biasa, David Jacobs mengaku sempat minder dan tak percaya diri akibat perlakuan-perlakuan bullying yang ditujukan kepadanya.

"Dahulu saya ikut pelatnas tenis meja orang normal, pertama kali keluar negeri ada orang yang menertawakan saya, dan itu membuat saya minder. Akan tetapi itu adalah bagian yang harus saya lalui, itu adalah proses agar saya semakin berkembang," kenang David.

Pada 2001, David turun di sektor ganda putra bersama Yon Mardiono, mereka berhasil merengkuh medali emas di Kejuaraan SEATTA Table Tennis di Singapura. Sejak saat itu, karir timnas David terus berlanjut. Dirinya turun mewakili Indonesia di SEA Games 2003, 2005, 2007 dan 2009.

Laman berikut adalah keputusan Dian David Michael Jacobs untuk terjun ke dunia para tenis meja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asian Para Games : Demi Indonesia, Ni Nengah Rela Menahan Lapar

Asian Para Games : Demi Indonesia, Ni Nengah Rela Menahan Lapar

Sport | Rabu, 19 September 2018 | 20:08 WIB

Cita-cita Mulia Ni Nengah, Bangun Gym Gratis Khusus Disabilitas

Cita-cita Mulia Ni Nengah, Bangun Gym Gratis Khusus Disabilitas

Sport | Rabu, 19 September 2018 | 19:34 WIB

Modal Satu Kaki, Jendi Panggabean Siap Harumkan Bumi Pertiwi

Modal Satu Kaki, Jendi Panggabean Siap Harumkan Bumi Pertiwi

Sport | Selasa, 18 September 2018 | 20:48 WIB

7 Fakta Menarik Asian Para Games, dari Harga Tiket hingga Momo

7 Fakta Menarik Asian Para Games, dari Harga Tiket hingga Momo

Sport | Selasa, 18 September 2018 | 12:32 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×