Jelang IBL 2018/2019, Baru 17 Legiun Asing Lakukan Tes Medis

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Jelang IBL 2018/2019, Baru 17 Legiun Asing Lakukan Tes Medis
Pebasket Stapac Jakarta, Agassi Yeshe Goantara (kanan) berusaha melewati hadangan pebasket Pelita Jaya Basketball, Reggie William Mononimbar (kiri) pada final turnamen Pramusim IBL 2018/2018 di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/10/2018). [Antara/Mohammad Ayudha]

"Prestasi dan kompetisi semacam IBL ini kalau atltetnya dalam kondisi bagus, kompetisi juga akan lebih bagus,"

Suara.com - Sejumlah legiun asing atau pemain impor Indonesia Basketball League (IBL) 2018/2019 menjalani tes medis di Rumah Sakit Royal Sports Medicine Centre, Sunter, Senin (5/11/2018).

Tes kesehatan tersebut untuk mengetahui kebugaran para pebasket asing tersebut sebelum menghadapi kompetisi bola basket kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Menurut, dokter I Gede Made Febry Siswanto, selaku penanggung jawab tes medis IBL, hasil tes medis sebagian besar legiun asing IBL itu baru bisa diketahui tiga hari kedepan.

"Hari ini pemain asing yang melakukan tes kesehatan ada 17 orang. Tiga lainnya menyusul. Terkait hasil tes baru akan ketahuan sekitar tiga hari kedepan," kata Febry saat ditemui di RS Royal Sports Medicine Centre, hari ini.

Febry menyebut tim dokter butuh mengkompilasi seluruh data dari tiga rangkaian tes yang dilakukan kepada para pebasket asing. Karena itu, hasilnya tak bisa langsung muncul.

"Kita belum bisa kasih kesimpulan secara umum karena medical check up ada tiga bagian, yakni dokter ortopedi, kesehatan olahraga dan dokter umum," jelas Febry.

"Masing-masing bagian punya peranan tersendiri. Intinya adalah kita lihat keseluruhan kondisi dari para atlet ini, sehingga mereka itu benar-benar ready untuk bermain, tanpa ada cedera," tuturnya.

Penanggung Jawab Tes Medis Indonesia Basketball League (IBL) 2018/2019, Dokter I Gede Made Febry Siswanto, ditemui di Rumah Sakit Royal Sports Medicine Centre, Sunter, Jakarta, Senin (5/11/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]
Penanggung Jawab Tes Medis Indonesia Basketball League (IBL) 2018/2019, Dokter I Gede Made Febry Siswanto, ditemui di Rumah Sakit Royal Sports Medicine Centre, Sunter, Jakarta, Senin (5/11/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Meski belum bisa memberikan data kongkret terkait hasil pemeriksaan pada 17 pebasket asing yang akan berkiprah di IBL 2018/2019, Febry yang tergabung dalam tim dokter ortopedi, menyebut secara sekilas para pemain asing dalam kondisi fisik yang prima.

"Secara umum, kondisi pemain sekarang dari pemeriksaan yang saya lakukan, karena di ortopedi sendiri ada tiga dokter yang menangani atlet, dari beberapa atlet yang saya periksa itu kondisinya bagus," ungkap Febry.

Febry pun berharap dunia olahraga Indonesia, tak terkecuali basket, membiasakan diri terkait budaya medical check up sebelum atau saat turnamen dimulai.

Kebugaran seorang atlet, menurutnya juga akan turut membantu meningkatkan kualitas kompetisi tersebut.

"Dengan kondisi seperti itu, otomatis mereka bisa menunjukkan performance terbaiknya. Sehingga prestasi dan kompetisi semacam IBL ini kalau atltetnya dalam kondisi bagus, kompetisi juga akan lebih bagus," pungkasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS