Hamilton Mengancam Bakal Mundur dari F1, Bila ...

RR Ukirsari Manggalani
Hamilton Mengancam Bakal Mundur dari F1, Bila ...
Driver Inggris Mercedes Lewis Hamilton (kiri) melambai di kerumunan saat dia memeluk driver Ferrari asal Jerman, Sebastian Vettel, setelah memenangkan gelar juara dunia kelima setelah Grand Prix Meksiko di sirkuit Hermanos Rodriguez di Mexico City (28/10/2018). Lewis Hamilton menjadi pebalap F1 ketiga dalam sejarah untuk merebut gelar dunia kelima pada hari Minggu saat Max Verstappen memenangkan Grand Prix Meksiko [AFP/Rodrigo Arangua].

Driver juga manusia, punya rasa dan perlu waktu move on dari satu seri ke seri berikutnya.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari peraih gelar juara dunia Formula One (F1) lima kali, Lewis Hamilton (Mercedes). Ia mengancam bakal mundur dari pentas balap jet darat. Demikian dilansir oleh as.com.

Hal ini dipandang perlu oleh Lewis Hamilton, bila Liberty Media, pemilik balap F1 yang sekarang (setelah melakukan akuisisi dari Bernie Ecclestone) terus-menerus menambah jadwal balap untuk musim laga 2019.

Untuk musim tahun depan, jadwal mengaspal masih terdiri dari 21 seri, berlangsung paruh Maret hingga Desember. Akan tetapi, disebutkan bahwa Liberty Media tertarik untuk menyisipkan seri-seri baru di antara nomor-nomor seri yang sudah ada.

Serunya start F1 GP Singapura 2018 di Marina Bay Circuit (16/9/2018) [AFP/Jewel Samad].
Serunya start F1 GP Singapura 2018 di Marina Bay Circuit (16/9/2018) [AFP/Jewel Samad].

Semisal Vietnam yang bersiap-siap masuk kalender F1 pada 2020, serta GP F1 Miami yang akan menjadi nomor ekstra, mengingat telah ada GP F1 Amerika Serikat di Circuit of the America (COTA), Austin, Texas.

"Saya tak akan ikut balap F1 bila di kalender jumlahnya mencapai 25 seri, itu sudah pasti," tutur driver berpaspor Britania Raya ini, yang diungkapkan menjelang GP F1 Brasil.

"Jujur saja, sekarang pun serasa sudah membalap 25 seri. Idealnya 18 kali, itu angka yang paling realistis seperti di zaman old," tukasnya.

Hamilton tak menampik fakta, bahwa semakin banyak balapan, akan semakin tersita waktu buat keluarga dan kehidupan pribadi.

"Saya seseorang yang sangat mencintai balapan. Turun berlaga menuntut sebuah komitmen sebegitu dalam, termasuk menyadari begitu banyak waktu kami untuk berada jauh dari keluarga. Musim balapan terasa semakin panjang dan waktu libur kami semakin pendek," tandas Hamilton.

Ia menggarisbawahi, jeda antara satu seri dengan seri sebegitu singkat, sehingga menuntut kesiapan emosi dan fisik sesegera mungkin.

"Putaran waktu terasa sedemikian singkat, baru memulai persiapan, satu seri sudah lewat. Mengubah pikiran tidak bisa semudah itu: kami mesti punya cara untuk mengakhiri "rasa" di satu seri dan memulihkan stamina, kemudian terjun ke seri berikutnya dengan "rasa" baru. Hal ini sangatlah sulit," tutup Lewis Hamilton.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS