GP F1 Abu Dhabi 2018: Saatnya Para Lelaki Baper

RR Ukirsari Manggalani
GP F1 Abu Dhabi 2018: Saatnya Para Lelaki Baper
Pebalap McLaren asal Spanyol, Fernando Alonso berpose untuk para fotografer di pesta perpisahan di sirkuit Yas Marina (24/11/2018) Abu Dhabi, menjelang F1 GP Abu Dhabi 2018 [AFP/Andrej Isakovic].

Meski seluruh driver tampil perkasa, inilah saat-saat mereka diselimuti keharuan. Mengapa?

Suara.com - Edisi pamungkas dari pentas balap Formula One (F1) seri 2018 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Arab Emirat (UAE) tak pelak menjadi saat-saat paling baper alias bawa perasaan bagi skuad driver sampai pitcrew. Meski mereka semuanya adalah para lelaki perkasa. Khususnya para driver yang berlatih di gym untuk mengatasi gaya gravitasi (G-Force) di atas 2G saat beraksi di balik kemudi.

Dalam laga jet darat penutup, F1 GP Abu Dhabi 2018 inilah terjadi perpisahan, perpindahan tim, sampai munculnya nama-nama lama yang bakal menghuni tim baru.

Fernando Alonso bakal gantung helm dari F1 pada 2019, dan ia tak bisa menahan haru saat membuka ruangan yang dindingnya berlukis wajahnya disertai tulisan "Terima kasih Fernando".

"Lihat ini, coba, lihatlah," demikian komentar spontan driver McLaren kelahiran Oviedo, Spanyol 1981 itu dengan suara tercekat, sebagaimana ditayangkan lewat video unggahan F1.com.

Sementara Sebastian Vettel (Ferrari) dalam konferensi pers menjawab pertanyaan apakah yang bakal hilang bila ia tak turun berlaga dengan duet bersama Kimi Raikkonen karena driver Finlandia itu bakal membela tim Sauber dan posisinya akan digantikan Charles Leclerc.

"Saya bakal kehilangan suasana ketenangan atau sepi yang ia munculkan," tandas Vettel, yang segera disambut canda Raikkonen, "Itu berarti saya sedang meeting di tempat lain."

Bahkan seorang Daniel Ricciardo (Red Bull Racing) pun tak kuasa tak mengerjap-ngerjapkan matanya saat disorot kamera F1.com

"Ini akan menjadi seri yang berat, tak bersama pitcrew yang sama lagi nantinya. Akan tetapi, ayo kita lihat akhir musim kompetisi dengan seru," ujar lajang berpaspor Australia tentang kepindahannya ke tim Renault serta menjadikan laga F1 GP Abu Dhabi 2018 itu buat terakhir kalinya mengaspal bersama Red Bull Racing.

Akan halnya Robert Kubica, ia akan mengisi posisi di tim Williams bersama George Russell. Ia bisa disebut veteran, selain berpentas di F1 juga malang-melintang di dunia reli dunia, terakhir adalahs saat mengalami nahas pada 2011.

"Memilih Robert Kubica adalah sebuat cerita yang besar. Akan tetapi di tim kami, bukan soal ceritanya, melainkan memilih siapa driver terbaik buat tim ini. Kami melakukan evaluasi penuh dan dialah yang paling memenuhi syarat," tandas Claire Williams kepada Sky Sports yang dilansir Planetf1.com

"Dan ia juga tidak langsung masuk sebagai driver utama, akan tetapi driver cadangan," lanjutnya. "Di sektor itu, yang bisa disebut sebagai kerja di belakang layar, ia sangat impresif. Komitmennya, serta umpan balik buat tim, sangat luar biasa. Juga pulihnya dia sejak kecelakaan tujuh tahun lalu membuat kami semakin yakin."

Mari kita saksikan bersama, detik-detik F1 GP Abu Dhabi 2018 menjadi momen indah, baper, sekaligus seru.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS