PBSI Minta Atlet Pelatnas Tiru Profesionalitas Kevin / Marcus

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
PBSI Minta Atlet Pelatnas Tiru Profesionalitas Kevin / Marcus
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menang atas kompatriotnya, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, di babak pertama Cina Open 2018, Selasa (19/9). The Minions—julukan Kevin/Marcus—menang 17-21, 21-13 dan 21-13. [Humas PBSI]

"Contohnya Kevin/Marcus, dari latihan sudah beda kualitasnya," ujar Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti.

Suara.com - Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti meminta para atlet Pelatnas untuk meniru profesionalitas pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, khususnya saat menjalani latihan.

Susy menilai Kevin/Marcus merupakan dua dari beberapa penghuni Pelatnas PBSI yang sangat menghormati proses.

Hal itu jugalah yang membuat penampilan pasangan berjuluk The Minions itu sangat luar biasa, hingga bisa mendominasi sektor ganda putra dunia.

"Contohnya Kevin/Marcus, dari latihan sudah beda kualitasnya. Lihat Marcus, datang lebih pagi, pulang belakangan. Apa yang dia rasa masih kurang, dia ikut tambahan," ujar Susy Susanti dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (6/2/2019).

"Kevin (juga) kalau latihan kelihatan sekali tidak mau kalah. Coba lihat mereka di pertandingan, saat poin ketat, tidak mau kalah, karena mereka sudah biasa menghadapi situasi begini di latihan," imbuhnya.

Menurut Susy, saat ini masih banyak pebulutangkis penghuni pelatnas yang memandang remeh sebuah proses.

Padahal, kualitas latihan seseorang, disebutnya akan berbanding lurus dengan performa saat berlaga dipertandingan sesungguhnya.

"Ingat, kebiasaan latihan akan terbawa ke pertandingan. Ada pemain yang bilang, ah ini kan cuma latihan, nanti kalau di pertandingan baru sungguh-sungguh, itu namanya mimpi!," tegas Susy.

Dirinya berharap para atlet bisa berpikir lebih dewasa. Terlebih, status penghuni Pelatnas menandakan bahwa mereka merupakan para pebulutangkis terbaik yang mewakili Indonesia.

"Ada atlet yang merasa sudah latihan kok, sudah habiskan program. Tapi kualitasnya bagaimana? Belum lagi yang nyolong-nyolong," papar Susy.

"(Mereka) sudah dimarahi, tapi pelatih kan enggak bisa terus-terusan melihat satu-satu bolanya. Misalnya latihan tiga jam, tidak mungkin tiga jam ditongkrongin pelatih, pemain kan sudah dewasa juga, masak harus dilihatin terus-menerus?," tukas Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS