PBSI Minta Atlet Pelatnas Tiru Profesionalitas Kevin / Marcus

Rabu, 06 Februari 2019 | 16:20 WIB
PBSI Minta Atlet Pelatnas Tiru Profesionalitas Kevin / Marcus
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menang atas kompatriotnya, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, di babak pertama Cina Open 2018, Selasa (19/9). The Minions—julukan Kevin/Marcus—menang 17-21, 21-13 dan 21-13. [Humas PBSI]

Suara.com - Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti meminta para atlet Pelatnas untuk meniru profesionalitas pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, khususnya saat menjalani latihan.

Susy menilai Kevin/Marcus merupakan dua dari beberapa penghuni Pelatnas PBSI yang sangat menghormati proses.

Hal itu jugalah yang membuat penampilan pasangan berjuluk The Minions itu sangat luar biasa, hingga bisa mendominasi sektor ganda putra dunia.

"Contohnya Kevin/Marcus, dari latihan sudah beda kualitasnya. Lihat Marcus, datang lebih pagi, pulang belakangan. Apa yang dia rasa masih kurang, dia ikut tambahan," ujar Susy Susanti dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (6/2/2019).

"Kevin (juga) kalau latihan kelihatan sekali tidak mau kalah. Coba lihat mereka di pertandingan, saat poin ketat, tidak mau kalah, karena mereka sudah biasa menghadapi situasi begini di latihan," imbuhnya.

Menurut Susy, saat ini masih banyak pebulutangkis penghuni pelatnas yang memandang remeh sebuah proses.

Padahal, kualitas latihan seseorang, disebutnya akan berbanding lurus dengan performa saat berlaga dipertandingan sesungguhnya.

"Ingat, kebiasaan latihan akan terbawa ke pertandingan. Ada pemain yang bilang, ah ini kan cuma latihan, nanti kalau di pertandingan baru sungguh-sungguh, itu namanya mimpi!," tegas Susy.

Dirinya berharap para atlet bisa berpikir lebih dewasa. Terlebih, status penghuni Pelatnas menandakan bahwa mereka merupakan para pebulutangkis terbaik yang mewakili Indonesia.

Baca Juga: Imlek Bareng Keluarga, Kevin Sanjaya Sukamuljo Senang Dapat Angpao

"Ada atlet yang merasa sudah latihan kok, sudah habiskan program. Tapi kualitasnya bagaimana? Belum lagi yang nyolong-nyolong," papar Susy.

"(Mereka) sudah dimarahi, tapi pelatih kan enggak bisa terus-terusan melihat satu-satu bolanya. Misalnya latihan tiga jam, tidak mungkin tiga jam ditongkrongin pelatih, pemain kan sudah dewasa juga, masak harus dilihatin terus-menerus?," tukas Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI