Pesan Susy ke Penerus Tontowi / Liliyana: Jangan Cuma Jadi Pelengkap

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Pesan Susy ke Penerus Tontowi / Liliyana: Jangan Cuma Jadi Pelengkap
Pasangan ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad saat pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Mereka dilatih kan untuk jadi juara dunia, bukan cuma sampai 8 Besar saja," kata Susy.

Suara.com - Kabid Binpres PBSI , Susy Susanti meminta sektor ganda campuran Pelatnas untuk berbenah selepas ditinggal pensiun salah satu atlet putri terbaiknya, Liliyana Natsir .

Sebagaimana diketahui, Liliyana memtuskan pensiun usai menjadi runner-up Indonesia Masters 2019 pada 27 Januari lalu.

Hal itu memastikan duet emas pebulutangkis 33 tahun itu dengan Tontowi Ahmad resmi 'bercerai'.

Menurut Susy, selepas pensiunnya Liliyana Natsir, para ganda campuran penerus seperti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus siap mengemban tugas berat.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, saat menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, di laga perdana Grup B BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, saat menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, di laga perdana Grup B BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018). [Humas PBSI]

Mereka kini dituntut menjadi ujung tombak sektor yang diasuh Richard Mainaky.

"Ini sudah saatnya, mereka jangan cuma jadi pelengkap. Mereka harus menunjukkan, karena mereka sejatinya juga mampu," kata Susy Susanti saat dihubungi wartawan, Kamis (7/2/2019).

"Mereka dilatih kan untuk jadi juara dunia, bukan cuma sampai 8 Besar saja. Harus tahu lah. Jadi (mereka harus) mengubah mindset dan tahu tujuan atau goal-nya kemana," imbuhnya.

Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]
Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Praveen Jordan dan kawan-kawan sendiri bakal mendapat ujian berat saat turun di All England Open 2019, 6-10 Maret mendatang.

Namun, alih-alih ditargetkan juara, Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Nova Widianto menyebut tim ganda campuran hanya diberi mandat untuk lolos minimal ke babak semifinal.

Susy mewajarkan target tersebut karena menilai sektor ganda campuran baru saja mengalami transisi dari Tontowi/Liliyana ke para pasangan lain.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menjajal lapangan Istora Senayan, Jakarta, yang menjadi lokasi perhelatan Indonesia Masters 2019, Senin (21/1). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menjajal lapangan Istora Senayan, Jakarta, yang menjadi lokasi perhelatan Indonesia Masters 2019, Senin (21/1). [Humas PBSI]

Tapi, peraih medali emas Olimpiade 1992 itu berharap capaian Hafiz Faizal dan kolega di All England 2019 bisa lebih dari semifinal.

"Dilihat dari seeded (unggulan—red) bisa kelihatan, memang realistisnya sih, setelah mundurnya Butet—sapaan akrab Liliyana—pasti kematangan dan kans (menjadi juara) lebih kecil," ujar Susy.

"Tapi bukan berarti mereka (Praven/Melati dan lainnya) tak bisa juara. Jadi memang target minimalnya semifinal, memang harus bisa menembus semifinal, tapi kami harapkan bisa menembus lagi prestasinya, bisa juara," tukas Susy Susanti.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS