Hubungan Pelita - Stapac Memanas, Abraham: Keputusan IBL Harus Dihormati

Rully Fauzi | Arief Apriadi
Shooting guard Stapac Jakarta, Abraham Damar Grahita usai meluncurkan signature shoes atau sepatu khusus atas namanya sendiri DBL Indonesia Ardiles AD1 di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (13/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi].
Shooting guard Stapac Jakarta, Abraham Damar Grahita usai meluncurkan signature shoes atau sepatu khusus atas namanya sendiri DBL Indonesia Ardiles AD1 di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (13/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi].

Tensi panas yang terjadi pada laga seri ketujuh IBL 2018/2019 antara Pelita kontra Stapac kini merembet ke luar lapangan.

Suara.com - Tensi panas yang terjadi pada laga seri ketujuh Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019 antara Pelita Jaya Basketball vs Stapac Jakarta, kini merembet ke luar lapangan

Pelita Jaya yang di laga tersebut harus menelan kekalahan menyakitkan 69-71, menyisalir pemain asing Stapac, Kendal L. Yancy melanggar peraturan IBL perihal maksimal tinggi badan untuk legiun impor bertipe small man, yakni maskimal 188 cm.

Melalui surat resminya, tim yang dinahkodai Fictor Roring itu meminta pihak IBL untuk segera mengukur ulang tinggi Kendal L. Yancy sebelum seri kedelapan atau seri terakhir IBL 2018/2019 digelar.

Abraham Damar Grahita selaku pilar penting Stapac Jakarta pun turut buka suara perihal kisruh tersebut. Menurut pemain yang berposisi sebagai shooting guard tersebut, setiap tim harus mematuhi keputusan IBL.

Sebagaimana diketahui, IBL sendiri telah menolak permintaan Pelita Jaya untuk mengukur ulang tinggi Kendal L. Yancy. Hasan Gozali selaku Direktur IBL menyebut data terkait postur Yancy yang bertinggi 188 cm sudah valid.

"Oke, menurut saya sih semua tim harus menghormati setiap keputusan IBL. Dari awal IBL sudah keluarkan data (terkait tinggi badan pemain asing), ya jadi it's okay," ujar Abraham Damar saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Meski tak secara langsung meminta pihak Pelita Jaya untuk menyudahi tuntutan mereka, Abraham dengan tegas menyebut bahwa seluruh tim yang berkompetisi di IBL harus menaati aturan yang diberlakukan oleh pihak liga.

"Jadi seperti ini adalah aturan, rules are rules, ketika kita di mana, kita harus menyesuaikan. Kita main di IBL, jadi harus ikuti keputusan IBL. Tapi kalau IBL bilang untuk ukur (ulang), ya silahkan ukur, terserah yang dikatakan IBL," tukasnya.

Sebagai informasi, kisruh masalah tinggi badan pemain asing mencuat usai IBL mencoret legiun impor anyar milik Hangtuah, Brysean Perine Bryquis. 

Brysean yang sudah sempat bermain satu laga di seri ketujuh, harus dipulangkan ke Amerika Serikat. IBL menyebut hasil pengukuran menunjukan tinggi badan pebasket 30 tahun itu adalah 189 cm atau lebih satu sentimeter dari regulasi yang ditetapkan.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS