- Satria Muda Pertamina Bandung kalah 59-65 dari Pelita Jaya dalam laga IBL 2026 di Bandung Arena, 1 Februari 2026.
- Kekalahan tersebut merupakan kekalahan pertama Satria Muda di kompetisi Indonesian Basketball League musim 2026.
- Pelatih Satria Muda mengapresiasi suporter, mengakui pertahanan Pelita Jaya baik, dan menyebut ini pelajaran penting.
Suara.com - Satria Muda Pertamina Bandung harus mengakui keunggulan Pelita Jaya dengan skor 59–65 pada lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Pertandingan yang digelar di Bandung Arena, Kota Bandung, Minggu (1/2/2026), itu menjadi kekalahan pertama Satria Muda pada musim IBL 2026.
Bermain sebagai tuan rumah, Satria Muda mendapat dukungan langsung dari para suporternya yang memadati arena.
Namun, dalam laga big match tersebut, Satria Muda gagal melanjutkan tren positif dan harus mengakui keunggulan tim tamu.
Usai pertandingan, pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang telah hadir dan memberikan dukungan.
Menurut pelatih asal Serbia itu, para pemainnya telah berusaha menampilkan performa terbaik demi meraih hasil maksimal.
“Pertama-tama, terima kasih kepada semua orang yang datang ke pertandingan ini. Dukungan seperti ini sangat penting bagi kami,” ujar Djordje Jovicic.
“Saya percaya kami sudah memberikan usaha yang pantas untuk mereka tonton,” tambahnya.
Djordje menilai kedua tim sama-sama menampilkan permainan berkualitas sehingga pertandingan berlangsung ketat dan menarik.
Baca Juga: IBL 2026 Resmi Dimulai! Duel Panas Dewa United vs Pelita Jaya Langsung Buka Musim
“Ini adalah pertandingan yang sangat ketat, dua tim yang sama-sama bagus dan defense menjadi faktor utama,” ungkapnya.
“Pelita Jaya bermain dengan pertahanan yang sangat baik, dan kami juga hampir melakukan pekerjaan yang sangat baik di sisi itu,” tegasnya.
Pada laga kandang tersebut, Djordje menilai anak asuhnya sempat kehilangan konsentrasi sehingga situasi itu mampu dimanfaatkan oleh lawan.
“Namun, di momen-momen sulit, kami sempat mengalami miskomunikasi dan melewatkan beberapa kesempatan penting,” ujarnya.
Meski demikian, Djordje menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari proses tim dan tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya.
“Itu bagian dari proses dan pekerjaan kami sebagai tim. Para pemain harus melewati pertandingan seperti ini agar mereka bisa berkembang menjadi pemain yang lebih baik,” katanya.