Prediksi Laju Wakil Indonesia di All England 2019

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Prediksi Laju Wakil Indonesia di All England 2019
Kontingen Tim Bulutangkis Indonesia di All England 2019 tiba di Birmingham, Inggris, Minggu (3/3/2019). [[email protected]_London]

Indonesia mengirimkan 19 wakilnya ke All England 2019.

Suara.com - Turnamen bulutangkis bergengsi dan tertua di dunia, All England, resmi bergulir hari ini, Rabu (6/3/2019). Pada edisi tahun ini, All England 2019 kembali dilangsungkan di Arena Birmingham, Inggris.

Indonesia mengirimkan sebanyak 19 wakil ke Birmingham. Ganda putra dan ganda campuran menjadi sektor yang paling banyak mengirimkan perwakilan.

Ganda putra mengirim lima pasang, sementara ganda campuran menyertakan enam.

Setiap bergulirnya All England, setiap itu pula harapan disematkan untuk wakil-wakil Indonesia.

Meski peluang disetiap sektor berbeda-beda, para penggemar bulutangkis Tanah Air tentu berdoa agar semua sektor bisa memberikan hasil memuaskan.

Berikut prediksi laju masing-masing sektor Indonesia di All England 2019:

1. Tunggal Putra

Pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berusaha mengembalikan kok kearah pebulu tangkis India Parupalli Kashyap saat pertandingan babak pertama Daihatsu Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berusaha mengembalikan kok kearah pebulu tangkis India Parupalli Kashyap saat pertandingan babak pertama Daihatsu Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Sektor tunggal putra pernah melambungkan nama Indonesia di kancah All England. Sebut saja Rudy Hartono, Liem Swie King, ataupun Hariyanto Arbi.

Ketiganya adalah sosok legenda tunggal putra Tanah Air yang sukses merajai turnamen bulutangkis tertua di masanya.

Kini, setelah 24 tahun mengalami pasang surut prestasi, sektor tunggal putra Indonesia kembali mencoba peruntungan di gelaran All England Open 2019, melalui Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto.

Hasil undian menempatkan ketiga pemain di pool atas. Secara otomatis, jika ketiganya bisa terus mengalahkan lawan-lawannya disetiap babak, salah dua dari mereka akan berhadapan di semifinal.

Di atas kertas, Anthony Sinisuka Ginting jadi tunggal putra Indonesia paling berpeluang mendapat hasil terbaik.

Berstatus sebagai unggulan kedelapan, Anthony secara otomatis terhindar dari lawan-lawan berat di babak awal.

Di babak pertama, Anthony akan menghadapi wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus. Jika berhasil menang, Anthony akan menghadapi antara dua wakil India, Sai Praneeth B atau Prannoy H. S.

Kemungkinan Anthony berhadapan dengan lawan yang kuat berada di babak perempat final. Pebulutangkis 22 tahun itu berpotensi bentrok dengan tunggal putra unggulan ketiga asal China Taipei, Chou Tien Chen.

Dalam delapan pertemuan terakhir, head-to-head kedua pemain berimbang. Anthony dan Chou masing-masing mengamankan empat kemenangan.

Jika pada akhirnya mampu mengalahkan Chou dan lolos ke semifinal, di sinilah kemampuan Anthony akan benar-benar diuji.

Pasalnya, pebulutangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu kemungkinan besar bakal bertemu tunggal putra terbaik di dunia asal Jepang, Kento Momota.

2. Tunggal Putri

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menang atas Line Hojmark Kjaersfekdt (Denmark) di babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menang atas Line Hojmark Kjaersfekdt (Denmark) di babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Tunggal putri Indonesia sudah sangat lama tidak memberikan prestasi dikancah internasional.

Terakhir kali Srikandi Merah Putih membawa pulang gelar prestisius All England adalah pada 1994 silam yang ditorehkan Susy Susanti.

Di All England 2019, sektor tunggal putri Indonesia mengirim dua wakil, yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Keduanya berada di pool bersebrangan. Fitriani di atas sementara Gregoria di pool bawah.

Melihat hasil undian maupun track record kedua pemain, rasanya sulit melihat tunggal putri Indonesia bisa melaju jauh di All England tahun ini.

Di babak pertama Fitriani sudah harus bertemu wakil China unggulan enam, He Bingjiao. Sementara Gregoria sudah ditantang wakil Jepang peringkat dua dunia, Nozomi Okuhara.

Meski begitu, Asisten Pelatih Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Minarti Timur, berharap Gregoria dan Fitriani tak kalah sebelum bertanding.

Keduanya diminta siap bertempur meski menghadapi lawan-lawan yang terbilang kuat.

"Pasti ketemu unggulan ya, soalnya mereka (Gregoria dan Fitrinai) tak mendapat jatah seeded. Jadi keduanya mesti siap saja siapapun yang dihadapi. Main mati-matian saja," kata Minarti Timur saat dihubungi wartawan, Selasa (5/3/2019).

3. Ganda Putra

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, saat menjuarai turnamen All England 2017. [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, saat menjuarai turnamen All England 2017. [Humas PBSI]

Sektor ganda putra Indonesia punya tradisi juara yang cukup kuat di kancah All England. Hingga kini, Indonesia berhasil mengumpulkan 20 gelar dari sektor tersebut.

Di All England 2019, sektor yang dilatih Herry Iman Pierngadi itu mengirimkan lima wakil.

Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Dari lima pasangan di atas, Kevin/Marcus menjadi wakil ganda putra paling berpeluang meriah gelar juara.

Selain berstatus sebagai unggulan pertama, statistik juga mendukung mereka untuk merengkuh trofi All England 2019.

Sebagaimana diketahui, sejak 2017 lalu, gelar All England tak pernah berpindah tangan dari Kevin/Marcus.

Atas dasar itu, peluang pasangan berjuluk The Minions untuk mengukir hattrick All England terbuka sangat lebar.

Ujian bagi Kevin/Marcus kemungkinan berlangsung di babak final. Mereka bisa saja bertemu dengan wakil China, Liu Jinhui/Liu Yuchen yang pada 2018 lalu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Dunia 2018.

4. Ganda Putri

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menang atas Stoeva bersaudara, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, di babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menang atas Stoeva bersaudara, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, di babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). [Humas PBSI]

Ganda putri menjadi sektor terlemah Indonesia selama perhelatan All England Open. Dari 46 gelar yang diraih Merah Putih, sektor tersebut hanya berhasil menyumbangkan dua trofi juara melalui pasangan Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah (1968) dan Verawaty/Imelda Wiguna (1978).

Di All England 2019, sektor yang kini dilatih Eng Hian itu mengirimkan tiga wakil.

Mereka adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, dan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah.

Greysia/Apriyani sepertinya masih akan menjadi andalan ganda putri Merah Putih di All England kali ini.

Meski tahun lalu harus terhenti di babak pertama oleh Gabriela Stoeva/Stefani Soteva, kiprah mereka tahun ini diyakini bisa lebih baik.

Hal itu merujuk dari hasil undian yang menempatkan Greysia/Apriyani di pool yang tak terlalu sulit.

Jika mampu mengatasi perlawanan Chloe Birch/Lauren Smith (Inggris) di babak pertama, ganda putri peringkat empat dunia itu akan menghadapi pemenang antara Dong Wenjing/Feng Xueying (China) dan wakil Hong Kong, Ng WIng Yung/Yeung Nga Ting.

Di atas kertas peringkat kedua pasangan berada jauh di bawah Greysia/Apriyani. Dong/Feng kini bertengger di peringkat 32, sementara Ng/Yeung di peringkat 39.

Ujian sesungguhnya akan dihadapi Greysia/Apriyani di perempat final. Jika memang lolos, keduanya diprediksi akan menghadapi wakil China unggulan kelima turnamen, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Merujuk rekor pertemuan, Greysia/Apriyani bakal menjadi underdog. Pasalnya, dari lima laga terakhir, tiga diantaranya berhasil dimenangi ganda putri China peringkat tiga dunia tersebut.

5. Ganda Campuran

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menang atas Ren Xiangyu/Zhou Chaomin (Cina), dengan skor 21-13 dan 21-19, di babak pertama Malaysia Masters 2019, Rabu (16/1). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menang atas Ren Xiangyu/Zhou Chaomin (Cina), dengan skor 21-13 dan 21-19, di babak pertama Malaysia Masters 2019, Rabu (16/1). [Humas PBSI]

Sektor ganda campuran Indonesia datang ke All England 2019 dengan skuat yang terbilang belum matang.

Setelah 'bercerainya' pasangan emas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sektor yang dilatih Richard Mainaky itu masih mencari ujung tombak yang tetap untuk bersaing di level elite.

Di All England 2019, ganda campuran Indonesia mengirimkan enam wakil. Antara lain Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Serta Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, dan Ronald Alexander / Annisa Saufika.

Dari enam wakil itu, hanya Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria yang sudah cukup teruji. Keduanya saat ini masing-masing bertengger diperingkat 15 dan 11 dunia.

Sayangnya, kedua pemain harus langsung bertemu di babak pertama. Siapa yang menang diyakini akan menjadi wakil sektor ganda campuran Indonesia yang paling jauh melangkah di All England.

Jika melihat peta persaingan, peluang salah satu dari Praveen/Melati atau Hafiz/Gloria untuk melangkah ke babak perempat final masih cukup terbuka.

Pasalnya, lawan mereka di babak kedua terbilang masih bisa di atasi, yakni pemenang antara Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman).

Baik Rinov/Pitha maupun Mark/Isabel memiliki peringkat di bawah Hafiz/Gloria maupun Praveen/Jordan. Rinov/Pitha 19, sementara wakil Jerman satu strip di bawahnya.

Tantangan berat menanti Praveen/Melati atau Hafiz/Gloria di babak perempat final. Mereka kemungkinan bakal bertemu wakil Thailand unggulan keempat All England 2019, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Laga tersebut sepertinya bakal menentukan seberapa jauh sektor ganda campuran Indonesia bakal melangkah di All England 2019.

Pasalnya, secara rekor pertemuan, baik Praveen/Melati maupun Hafiz/Gloria sama-sama kalah 0-2 dari wakil Thailand.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS